RFB Ajak Rekan Media Pahami Peluang dan Risiko Investasi Perdagangan Berjangka Komoditi

PT Rifan Financindo Berjangka (RFB) Bandung, gelar kegiatan edukasi Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) dan Produk Derivatif Indeks

RFB Ajak Rekan Media Pahami Peluang dan Risiko Investasi Perdagangan Berjangka Komoditi
Tribunjabar.id/Fasko Dehotman
Media training pengenalan seluk beluk Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) dan Produk Derivatif Indeks. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Fasko Dehotman

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - PT Rifan Financindo Berjangka (RFB) Bandung, gelar kegiatan edukasi Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) dan Produk Derivatif Indeks kepada rekan-rekan media di Bandung.

Kegiatan tersebut digelar di Rancabali Room Hotel Pamama Grand Preanger, Jalan Asia Afrika No 81, Kota Bandung, pada Kamis (12/9/2019).

Hadir sebagai narasumber, di antaranya Stephanus Paulus Lumintang (Direktur Utama PT Bursa Berjangka Jakarta), Fajar Wibhiyadi (Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia), dan Anthony Martanu (Pimpinan Cabang RFB Bandung).

Sthepanus menuturkan, kehadiran Bursa Berjangka Jakarta di Indonesia pada 1999, memiliki fungsi sebagai pelindung nilai komoditi di Indonesia.

Begini Untung Rugi Penambangan Batu Kapur di Karst Citatah di Cipatat KBB

"Indonesia kaya dengan sumber alam di sektor perkebunan, migas dan pertambangn. BBJ ingin menjadi sarana bagi setiap pelaku komoditi di Indonesia. Menjalankan fungsi sebagai sarana price discovery, sarana hedging, dan sarana investasi," ujar Paulus.

Fajar mengungkapkan, peran Kliring Berjangka Indonesia (KBI) di industri perdagangan berjangka komoditi ada tiga. Yakni pengelolaan risiko, penjamin transaksi, dan perhitungan IRCA.

Ia menambahkan, cara ampuh mengenali pialang berjangka legal yaitu dengan menggunakan Sistem Informasi Transaksi Nasabah (SITNA).

"Karena setiap transaksi dari anggota KBI dan BBJ akan terdaftar dan tercatat di sistem tersebut.
Artinya, setiap nasabah dapat melihat laporan transaksi mereka kapan pun dan dimanapun secara transparan melalui sistem SITNA," jelas Fajar.

Awas! Siapa Tahu WhatsApp di HP-mu Disadap atau Dibajak, Ketahui Lewat Cara Gampang Ini

Terakhir, pembahasan tentang produk derivatif Indeks yang disampaikan oleh Pimpinan Cabang RFB Bandung.

Anthony Martanu menjelaskan, kontrak produk derivatif di industri berjangka komoditi terbagi dalam dua aspek, yaini multilateral dan bilateral.

Asepek multilateral ini berupa kontrak berjangka olein, kopi, kakao, dan timah.

Sedangkan bilateral, terdiri daru kontrak berjangka locogold, forex, dan index.

Mengenai kontrak berjangka indeks, saat ini tiap industri telah mengusung indeks Hanseng dan Indeks Nikkei.

"Memang indeks memiliki peluang keuntungan yang cukup baik. Namun harus diakui, saat ini kontrak berjangka emas tetap menjadi primadona. Hal ini seiring kenaikkan tren harga emas yang positif dalam beberapa waktu terakhir," kata Anthony. (Fasko)

Penulis: Fasko dehotman
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved