Misteri TKW asal Cianjur yang Hilang 21 Tahun Akhirnya Terkuak, tapi Keluarga Masih Curiga

Titik terang keberadaan Alis Juariah binti E Rukma (46) TKW asal Kampung Muhara RT 02/10, Desa Haurwangi,

Misteri TKW asal Cianjur yang Hilang 21 Tahun Akhirnya Terkuak, tapi Keluarga Masih Curiga
Tribunjabar.id/Ferri Amiril Mukminin
Anak kandung Alis Juariah, Selpi memperlihatkan foto ibunya dari telepon selularnya. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Titik terang keberadaan Alis Juariah binti E Rukma (46) TKW asal Kampung Muhara RT 02/10, Desa Haurwangi, Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur, yang sempat hilang kontak selama 21 tahun mulai terkuak.

Kabar ditemukannya Alis didapat setelah pihak keluarga menerima surat dari Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri pada 5 September 2019 melalui jasa pengiriman surat.

Kendati gembira karena mengetahui keberadaan Alis, pihak keluarga menganggap masih belum percaya dengan isi surat tersebut karena ada beberapa poin yang masih janggal. Pasalnya, Alis Juariah tidak pernah ada komunikasi dengan keluarga selama 21 tahun.

Selpi Lusniawati (27 tahun) anak kandung Alis Juariah mengatakan, keluarga sempat gembira lalu kaget setelah membaca isi surat yang diterima lantaran ada beberpa poin yang tidak sama keterangannya dengan apa yang diterima pihak keluarga.

"Alhamdulillah sudah ada titik temu ibu saya akan dipulangkan ke Indonesia dengan kurun waktu 25 hari oleh majikannya," ujarnya, Jumat (13/9/2019).

Bunuh Begal karena Pacar Nyaris Diperkosa, Anak SMA Ini Jadi Tersangka, Begini Penjelasan Polisi

Menurut Selpi, Isi surat tersebut seolah direkayasa karena banyak tidak sesuai dengan kejadian yang sebenarnya, salah satunya ada poin bahwa tim KBRI telah menerima kiriman video pada tanggal 13 Agustus 2019 dari ibu Alis Juariah binti E Rukma (AJE) yang berisi pernyataan.

"Dalam isi surat, katanya ibu saya tidak ada masalah dengan majikan dan merasa senang bekerja 21 tahun di majikan. Padahal ibu saya titip pesan ke temannya untuk disampaikan ke keluarga di Indonesia untuk diuruskan kepulannganya," kata Selpi.

Selpi mengatakan, pihak keluarga meminta kepada pemerintah dan instansi berkompeten agar ibunya tersebut secepatnya dipulangkan ke Ondonesia serta terbawa hak-haknya.

Selama 21 tahun baru mengirimkan uang gaji sebesar Rp 30 juta gaji selam 2 tahun. "Gaji yang dikirimkan ke Indonesia baru gaji 2 tahun," katanya.

Peti Jenazah Korban Tabrakan Beruntun Tol Cipularang Keluar, Isak Tangis Keluarga Pecah

Ketua DPC Astakira Pembaharuan Kabupaten Cianjur, Ali Hildan mengatakan, pihaknya akan terus berupaya untuk mendesak pihak majikan melalui intansi terkait agar Alis Juariah secepatnya dipulangkan ke tanah air serta membawa hak- haknya. Lantaran ini sudah 21 tahun tidak kontak kepihak kelurga.

"Kami akan terus berupaya agar Alis Juariah ini kapan pastinya dipulangkan ke kampung halaman di indonesia," katanya, Jumat (13/9/2019) di kantor DPC Astakira.

Penulis: Ferri Amiril Mukminin
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved