Selama 2019, Dipolairud Polda Jabar Temukan 4 Kasus Penyelendupan Baby Lobster

Direktorat Polairud (Ditpolairud) Polda Jawa Barat berhasil mengungkap empat kasus penyelundupan baby lobster atau benur selama 2019 ini.

Selama 2019, Dipolairud Polda Jabar Temukan 4 Kasus Penyelendupan Baby Lobster
Tribun Jabar/Ahmad Imam Baehaqi
Kasubdit Gakkum Ditpolairud Polda Jabar, AKBP Budi Susarwo. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Direktorat Polairud (Ditpolairud) Polda Jawa Barat berhasil mengungkap empat kasus penyelundupan baby lobster atau benur selama 2019 ini.

Kasubdit Gakkum Ditpolairud Polda Jabar, AKBP Budi Susarwo, mengatakan bahwa lokasi pengungkapan semua kasus tersebut ialah di wilayah pantai selatan Jawa Barat.

Pasalnya, menurut dia, wilayah tersebut merupakan habitat asli lobster.

"Garis pantai sepanjang wilayah Sukabumi hingga Pangandaran itu habitat lobster," kata Budi Susarwo saat ditemui di Mako Ditpolairud Polda Jabar, Jl Kapten Samadikun, Kota Cirebon, Kamis (12/9/2019).

Jenazah Korban Kecelakan Cipularang Disemayamkan di Rumah Duka Bumi Baru Sebelum Dimakamkan

Ia mengatakan, dari empat kasus itu, pihaknya berhasil mengamankan sebanyak 145.507 ekor lobster.

Sebanyak 142.768 ekor di antaranya merupakan jenis lobster pasir, sedangkan 2.739 ekor lainnya jenis lobster mutiara.

Seluruh baby lobster itu pun telah dilepasliarkan kembali ke habitatnya, dalam hal ini Ditpolairud Polda Jabar bekerja sama dengan instansi terkait.

Selain itu, menurut dia, sedikitnya lima tersangka berhasil diringkus dari kasus penyelundupan benur tersebut.

"Baby lobster itu dilarang ditangkap karena nanti ekosistem laut bisa terganggu," ujar Budi Susarwo.

Ia mengatakan, hal tersebut sesuai Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan RI Nomor 56/PERMEN-KP/2016.

Dalam Permen itu disebutkan bahwa dilarang menangkap benih lobster yang panjangnya di bawah 8 cm dan beratnya di bawah 200 gram.

Jika ada orang yang kedapatan yang menangkap dan berniat menyelundupkannya, maka pihaknya akan melakukan tindakan tegas.

Sebelum Wafat, Habibie Bercucuran Air Mata, Dibisiki Kalimat Ini oleh Sahabatnya, Quraish Shihab

Pelaku Mutilasi Kasir Indomaret Prada DP Dituntut Seumur Hidup, Pengacara Sebut Oditur Tak Cermat

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved