10 Kecamatan di Bandung Barat Sudah Minta Pengiriman Air Bersih dari BPBD KBB

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD KBB, Dicky Maulana, menegaskan ketika krisis air bersih selama musim kemarau tahun ini

10 Kecamatan di Bandung Barat Sudah Minta Pengiriman Air Bersih dari BPBD KBB
Tribun Jabar/Muhamad Nandri Prilatama
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Dicky Maulana, Jumat (3/8/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, NGAMPRAH- Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bandung Barat ( BPBD KBB ) mencatat sudah ada 10 kecamatan yang meminta pendistribusian air bersih untuk kebutuhan sehari-hari selama musim kemarau tahun ini.

Sepuluh kecamatan tersebut adalah Cipatat, Sindangkerta, Cipongkor, Parongpong, Cihampelas, Ngamprah, Padalarang, Cipeundeuy, Cisarua dan Batujajar yang memang daerah tersebut merupakan daerah rawan kekeringan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD KBB, Dicky Maulana, menegaskan ketika krisis air bersih selama musim kemarau tahun ini bukan sama sekali tidak air bersih tetapi warga hanya mengalami kekurangan air bersih.

"Berdasarkan data yang kami terima, dari 16 kecamatan di KBB sejak ditetapkan status siaga kekeringan pada 1 Agustus, sudah ada 10 kecamatan yang meminta pendistribusian air bersih," ujar Dicky Maulana di Kompleks Perkantoran Pemkab Bandung Barat, Rabu (11/9/2019).

Ia juga mengatakan, dari sepuluh kecamatan itu tidak semua desa mengalami krisis air bersih, tetapi hanya sebagiannya.

Contohnya, untuk Batujajar hanya dua desa, Ngamprah juga dua desa yang mengalami krisis air bersih tersebut.

Tanpa Hujan, Persediaan Air PDAM Tirtawening Kota Bandung Tinggal Sebulan Lagi

Krisis Air Bersih Kota Tasikmalaya Terjadi di 198 Titik 10 Kecamatan

"Kami sudah distribusikan air bersih ke 7 kecamatan itu dengan bekerjasama berbagai pihak seperti aksi cepat tanggap (ACT) dan PDAM Tirta Raharja dan distribusinya akan terus berlanjut," katanya.

Menurutnya, dari 10 Kecamatan tersebut desa yang mengalami krisis air bersih itu, titiknya sama dengan tahun yang lalu karena memang daerah tersebut setiap tahun rawan kekeringan.

"Contoh untuk Kecamatan Cipatat, titiknya Desa Gunung Masigit, Kecamatan Batujajar titiknya di Desa Giriasih dan sudah pasti jelas (krisis air bersih)," ucapnya.

Sejauh ini, pihaknya sudah melakukan distribusi air bersih sebanyak 27 tanki dengan kapasitas satu tankinya 5000 liter, tetapi mengingat masih banyak warga di setiap kecamatan yang membutuhkan, pihaknya akan terus melakukan pendistribusian.

"Untuk mengatasi krisis air bersih ini sudah banyak program yang dilakukan Pemkab, selain BPBD ada program pembuatan sumur bor dari Bappeda," kata Dicky.

Menurutnya, meski berbagai upaya sudah dilakukan, krisis air bersih di Kabupaten Bandung Barat masih terus terjadi karena memang kemarau tahun ini waktunya cukup panjang.

Penulis: Hilman Kamaludin
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved