Video Vina Garut
Periode Akhir yang Memilukan bagi Rayya Pemeran Video Vina Garut, Baru Sehari di Rumah, Meninggal
Penyakit stroke dan hepatitis B diidap Rayya sebelum ditetapkan sebagai tersangka kasus video Vina Garut.
Kondisi Rayya semakin memburuk saat tinggal bersama orangtuanya.
Ketua RW 15, Desa Sirnajaya, Anwar Yunus menyebut Rayya saat tinggal di rumah orangtuanya sudah sakit-sakitan.
"Sangat jarang keluar rumah. Soalnya memang sering sakit selama tinggal di sini," ucap Anwar, Sabtu (7/9/2019).

Anwar mengaku baru mengetahui Rayya terlibat kasus hukum saat sejumlah polisi datang ke rumahnya.
Ia menduga, kedatangan Rayya ke rumah orangtuanya karena sudah dicari petugas.
"Kurang tahu sebelumnya almarhum tinggal di mana. Tapi datang ke sini enggak jauh dari kasus itu mulai ramai," katanya.
Orangtua Rayya merupakan salah satu korban banjir bandang pada 20 September 2016. Selain ibunya, dua kakak Rayya juga tinggal di perumahan tersebut.
Perumahan Al Kautsar dibangun pemerintah pada 2018 bagi korban banjir bandang.
Saat meninggal, Rayya berada di rumah kakaknya dan baru sehari di rumah usai dirawat di RSUD dr Slamet.
Vina Tak Bisa Melayat
Rayya meninggal dunia pada Sabtu (7/9/2019) pukul 03.00.
Jenazah Rayya dimakamkan di TPU Sirnajaya, yang lokasinya hanya berjarak sekitar 500 meter dari Perumahan Al Kautsar, tempat tinggal Rayya.
Ia dimakamkan setelah salat Zuhur, sekitar pukul 12.40 WIB.
Sejumlah orang hadir di pemakaman pemeran video Vina Garut itu.
Pihak keluarga almarhum ikut dalam pemakaman dan para tetangga terlihat menyolatkan jenazah Rayya.