Pedagang di Pasar Cimol Klaim Artis Sampai Desainer Pun Sering Belanja Pakaian Bekas Impor
Sejak tiga dekade itu, masyarakat Kota Bandung kerap mencari dan membeli pakaian bekas di pasar Cimol Gedebage
Penulis: Mega Nugraha | Editor: Dedy Herdiana
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Bagi sebagian masyarakat Kota Bandung, Pasar Cimol Gedebage merupakan surganya pakaian bermerek. Merek-merek ternama yang bisa dijumpai di gerai, harganya melangit, di Gedebage, bisa dibeli puluhan ribu hingga ratusan ribu.
Namun, meski surganya pakaian bermerk, tapi bekas.
Di Pasar Cimol Gedebage, bukan hanya pakaian bekas berupa baju celana saja yang dijual.
Namun juga celana dalam, jaket, ikat pinggang, topi hingga tas juga dijual.
Namanya barang impor, tentu saja brand yang tersedia brand luar negeri.
Sebut saja China, Inggris, Perancis Amerika Serikat hingga produk dari Amerika Latin.
"Semuanya impor yang di sini mah, tapi bekas. Meski bekas, tapi berkualitas," ujar Sandi (40), pedagang kaus di Pasar Cimol Gedebage.
Cimol, merujuk pada makna Cibadak Mall.
• Pengusaha Tekstil Paling Dirugikan dengan Beredarnya Pakaian Bekas Impor, API Menyebutnya Sampah
• Ironi Pakaian Bekas, Dilarang Impor tapi Laris Manis di Kota Bandung, Diburu di Pasar Cimol Gedebage
• Ratusan Karung Pakaian Impor Bekas di Gedebage Bandung Disita, Pak Haji Marah Bayar Sewa Tapi Disita
Era 1990-an, para pedagang pakaian bekas ini menjajakan dagangannya di Jalan Cibadak.
Sempat dipindah ke Terminal Kebon Kelapa, lalu ke Taman Tegallega hingga akhirnya dipindah ke Gedebage.
Sejak tiga dekade itu, masyarakat Kota Bandung kerap mencari dan membeli pakaian bekas di tempat itu.
Para pedagang ini mendapatkan pakaian bekas dari para penyuplai macam Haji Amir (45) yang bernasib nahas karena ratusan ball pakaian bekas impor, dalam satu truk, disegel Kementerian Perdagangan pada Kamis (5/9).
Minimal setiap bulan, Sandi membeli dua bal pakaian bekas. Harga satu bal untuk pakaian paling murah Rp 4 juta.
"Kalau barangnya dari Amerika Serikat lebih mahal karena mungkin merek-mereknya ternama. Ada yang sampai Rp 8 juta," ujar sandi.