Waspadai Penyakit Jantung, Kenali Gejala dan Penanganannya
Bila sebelumnya jantung lebih banyak menyerang seseorang di atas usia 60 tahun, kini jantung juga menyerang mereka yang di atas usia 40 tahun
Penulis: Siti Fatimah | Editor: Dedy Herdiana
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Fatimah
TRIBUNJABAR.ID - JANTUNG masih menjadi penyakit mematikan yang menghantui setiap orang. Serangan yang tiba-tiba atau mendadak membuat penyakit ini mendapat sebutan the silent killer. Mereka yang tampak sehat bisa saja mendadak meninggal akibat serangan jantung. Kasus pasien terserang penyakit ini juga jumlahnya kian banyak.
Bila sebelumnya jantung lebih banyak menyerang seseorang di atas usia 60 tahun, kini jantung juga menyerang mereka yang di atas usia 40 tahun bahkan ada yang lebih muda di bawah usia tersebut.
Pola hidup saat ini menjadi salah satu pemicu adanya pergeseran munculnya kasus baru. Hingga kini pola gaya hidup sehat di Indonesia termasuk di Jawa Barat masih rendah. Kondisi ini menjadi pemicu seseorang terkena penyakit jantung salah satunya adalah penyakit jantung koroner.
Melihat kondisi tersebut, masyarakat khususnya mereka yang disebut memiliki potensi terkena serangan jantung harus paham mengenai penyakit ini. Mereka harus tahu apa penyebab, gejala, hingga penanganan penyakit jantung tersebut. Hal ini tidak saja memberikan pemahaman soal penyakit jantung saja, tapi dengan mengetahui secara jelas diharapkan dapat meminimalisir penanganan yang kurang tepat dan berujung pada kematian.
• Santosa Hospital Bandung Center Layani MCU Pranikah, Pentingnya Pemeriksaan Kesehatan Pranikah
• Waspadai Nyeri Sendi Lutut, Santosa Hospital Bandung Central Bisa Atasi Pakai Total Knee Replacement
Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Santosa Hospital Bandung Center dr Giky Karwiky SpJP mengatakan, penyakit jantung perlu diwaspadai. Seiring waktu, angka kejadian penyakit jantung kian meningkat. Salah satu penyebab kasus ini bertambah adalah mindset pola hidup sehat di negara berkembang seperti Indonesia tidak sebaik di negara maju.
"Karena itu sekitar 80% kasus baru justru akan terjadi di negara berkembang seperti Indonesia," katanya.
Kasus baru tersebut antara lain penyakit ini tidak lagi menyerang usia tua tapi juga diusia yang lebih muda. Padahal bila seseorang menerapkan pola hidup sehat, penyakit jantung koroner yang banyak menyerang seseorang bisa dicegah.
Menurut dr Giky, lebih dari tiga per empat (80 persen) penyakit jantung koroner sebenarnya dapat dicegah dengan tidak merokok, melakukan olahraga teratur, mengonsumsi makanan yang sehat dan seimbang serta terbebas dari stress.
"Stress bisa memicu seseorang terkena penyakit jantung koroner, dan stress juga banyak pemicunya mulai dari masalah ekonomi, sosial serta permasalahan lainnya yang bisa membuat orang menjadi stress," katanya.
Meski ada pemicu dari luar, namun ada jenis gangguan penyakit jantung yang memang didapat sejak lahir atau tidak ada kaitannya dengan pola hidup yang keliru. Secara umum terdapat beberapa jenis penyakit jantung yaitu penyakit arteri koroner, kardiomiopati, penyakit katup jantung, penyakit jantung bawaan dan gangguan irama jantung. Beberapa jenis penyakit ini bisa diketahui gejala dan penanganan yang tepat.
Kerap kali seseorang mengabaikan gejala yang mengarah kepada penyakit ini. Mereka menganggap gejala tersebut adalah penyakit umum atau biasa, padahal bila tidak paham bisa berakibat fatal terlebih lamban dalam penanganannya. Gejala penyakit jatung bisa diketahui salah satunya mewaspadai bila tubuh merasakan kelelahan tanpa sebab. Ciri-ciri sakit jantung yang pertama ini sangat mudah untuk dikenali.
"Bila seseorang merasa lelah padahal sering tidak beraktivitas berat, ini harus dicermati karena bisa merupakan indikasi ada masalah pada jantung. Terlebih bila rasa lelah kerap dirasakan waktu bangun tidur, segera konsultasikan ke dokter pribadi," katanya.
Gejala lain yang perlu dicermati adalah nyeri dada. Menurut dr Giky, keluhan penyakit arteri koroner adalah adanya nyeri di dada kiri atau sekitarnya.
Gejala khas yang merupakan gejala penyakit jantung ini adalah nyeri yang terasa seperti ditindih beban berat. Nyeri dada ini pun tidak bisa ditunjuk seperti menunjuk dengan tepat lokasinya, karena keluhan yang menyebar di dinding dada kiri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/rs-santosa-penanganan-jantung.jpg)