Senin, 27 April 2026

Sejumlah Pesantren Pamerkan Produk Kreatif di Trans Convention Centre

Produk buatan pondok pesantren ini memang beragam, mereka membuat usaha yang menarik dan cukup menarik perhatian.

Penulis: Putri Puspita Nilawati | Editor: Theofilus Richard
Tribun Jabar/Putri Puspita
Keramaian pameran OPOP, Trans Convention Centre, Selasa (3/9/2019) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Ribuan produk semisal kopi, sayuran, produk pencuci piring, kerajinan tangan, lukisan, dan berbagai karya kreatif lainnya tampak dipamerkan di acara temu bisnis program One Pesantren One Product (OPOP) yang diadakan di Trans Convention Center, Selasa (2/9/2019).

Produk buatan pondok pesantren ini memang beragam, mereka membuat usaha yang menarik dan cukup menarik perhatian.

Misalnya saja ada lukisan kayu puzzle, yaitu lukisan yang terbuat dari kumpulan potongan kayu yang menghasilkan lukisan dengan dimensi tak terbatas dan fleksibel.

Ada juga yang membuat jam yang terbuat dari kayu, pembersih lantai, dan cairan pencuci piring.

Pascakecelakaan Maut di Tol Cipularang, Mobil Truk Jadi Sasaran Polisi Untuk Diperiksa Kelaikannya

Berbagai produk kreatif yang dipamerkan ini juga dilakukan untuk mempertemukan antara pihak Pondok Pesantren dengan para pengusaha dan brand-brand terkenal tanah air dalam menciptakan iklim kolaborasi usaha.

Temu bisnis ini dihadiri juga oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, yang memberikan motivasi kepada para pesantren yang lolos audisi tahap 1 tingkat kecamatan.

Keramaian pameran OPOP, Trans Convention Centre, Selasa (3/9/2019)
Keramaian pameran OPOP, Trans Convention Centre, Selasa (3/9/2019) (Tribun Jabar/Putri Puspita)

Pria yang akrab disapa Emil ini mengatakan, program OPOP ini diadakan sebagai janji kampanyenya yang akan dilaksanakan dalam waktu satu tahun.

"Ada lebih dari seribu pesantren yang akan dibantu usaha mandiri sehingga dalam waktu akhir jabatan saya, diharapkan hampir semua pesantren ikut," ujarnya.

OPOP adalah salah satu dari 17 program unggulan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat masa jabatan 2018-2023 yang disebut program 'Pesantren Juara'.

Sebagian besar pesantren di Jawa Barat belum mampu mandiri secara ekonomi untuk membiayai kebutuhan operasional maupun pengembangan sarana dan prasarana pesantren.

Ezechiel NDouassel Diragukan Main di Pertandingan Persib Bandung vs PS Tira Persikabo, Ini Sebabnya

Oleh karena itu, Program OPOP bertujuan untuk menciptakan, mengembangkan, dan memasarkan produk yang dihasilkan oleh setiap pesantren di Provinsi Jawa Barat.

Program ini pun sebagai upaya pengentasan kemiskinan melalui pemberdayaan umat di lingkungan pesantren dalam menumbuh-kembangkan ekonomi pesantren.

"Ekonomi di Jabar jangan hanya dikuasai oleh ekonomi formal dan konglomerasi, tetapi ada juga ekonomi umat sebagai titik simpulnya. Mereka mau wiraussha tapi enggak tahu cara jualannya gimana. Oleh karena itu pemerintah ingin menolong dengan memodali, cara mencari pembeli dan masuk ke pemasaran digital," ujar Ridwan Kamil.

Sementar itu Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat, Kusmana Hartadji, mengatakan di acara temu bisnis ini pondok pesantren dibimbing untuk mendapat ilmu bisnis dan modal usaha.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved