Rabu, 15 April 2026

Kemarau Panjang, Warga Mulai Memanfaatkan Air Sumur yang Berada di Tepi Situ Sipatahunan

Setiap musim, Kampung Sipatahunan selalu kesulitan air bersih. Sumber air yang bisa dimanfaatkan oleh warga adalah sumur Situ Sipatahunan

Penulis: Mumu Mujahidin | Editor: Seli Andina Miranti
Tribun Jabar/ Mumu Mujahidin
Warga mengambi air dari sumur yang ada di tepi Situ Sipatahunan, Senin (2/9/2019) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mumu Mujahidin

TRIBUNJABAR.ID, BALEENDAH - Sudah dua bulan lebih ratusan Kepala Keluarga (KK) di RW 05 Kampung Sipatahunan, Kelurahan Baleendah, Kabupaten Bandung, kesulitan air bersih.

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga memanfaatkan dua sumber air sumur yang berada di tepian Situ Sipatahunan.

Salah seorang warga RT 04/05, Rismawati (25), mengatakan, sumur bor di rumah kontrakan yang ia tempati sejak dua bulan lalu mulai mengering.

Sumur tersebut menyisakan sedikit air sehingga tidak bisa memenuhi kebutuhan untuk mandi, mencuci dan memasak.

"Apalagi di kontrakan mah banyak orangnya, otomatis pada rebutan ke air. Soalnya semua butuh air," katanya tadi siang di lokasi, Senin (02/09/2019).

Rismawati menuturkan, setiap musim, Kampung Sipatahunan memang selalu kesulitan air bersih. Satu-satunya sumber air yang bisa dimanfaatkan oleh warga adalah dua sumur yang ada di tepi Situ Sipatahunan.

"Satu-satunya air bersih yang masih ada yah di tepi Situ Sipatahunan ini, walaupun kami harus berjalan kaki lumayan jauh kami bersyukur masih ada air bersih untuk keperluan mandi dan mencuci," katanya.

Menurutnya, hampir seluruh warga RW 05 yang berkisar delapan RT memanfaatkan sumber air tersebut.

Meski tidak begitu jernih air, dari kedua sumur itu cukup meringkan kesulitan air bersih yang dialami warga sejak sekitar dua bulan ini.

"Lumayan untuk keperluan cuci piring, cuci baju terbantu. Tapi kalau untuk keperluan makan minum kami beli air galon seharga Rp 3.500, kalau dihitung-hitung sehari bisa habis dua galon," ujarnya.

Krisis Air Bersih, Antrean Warga Mengular Hingga 10 Meter di Kampung Cimekar Cimahi

Krisis Air Bersih di KBB, Cipatat dan Batujajar Disebut Jadi Wilayah yang Paling Parah

Warga lain Elis (23), juga mengungkapkan hal serupa. Karena sumur bor di rumahnya mengering, terpaksa ia harus mendorong gerobak berisi jerigen dan beberapa ember miliknya.

Elis harus berjalan kaki sekitar 200 meter dari rumahnya ke tepian Situ Sipatahunan.

"Alhamdulilahnya masih ada air di dua sumur ini, walaupun enggak terlalu bersih tapi masih bisa dipergunakan untuk keperluan mencuci dan mandi. Kalau untuk minum dan masak kami beli air galon, khawatir enggak sehat pakai ini mah," katanya.

Menurutnya, memasuki musim kemarau panjang, keberadaan dua sumur tua di tepi situ itu selalu menjadi andalan warga. Alhasil, setiap hari kedua sumur itu tak pernah sepi dari warga yang mengambil air.

Kemarau Bikin Ribuan Hektare Lahan Pertanian di Priangan Timur Alami Kekeringan dan Puso

Ribuan Sumur Wakaf-ACT, Solusi Jangka Panjang Kekeringan di Berbagai Daerah

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved