Kemarau Bikin Ribuan Hektare Lahan Pertanian di Priangan Timur Alami Kekeringan dan Puso

Dampak kemarau panjang, ribuan hektare lahan pertanian di wilayah Priangan Timur mengalami kekeringan dan puso.

Kemarau Bikin Ribuan Hektare Lahan Pertanian di Priangan Timur Alami Kekeringan dan Puso
Tribun Jabar/Isep Heri
Sawah di Kampung Sakaruji, Desa Sukaraja, Kecamatan Rajapolah, Kabupaten Tasikmaya retak-retak akibat kekeringan. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isep Heri

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Dampak kemarau panjang, ribuan hektare lahan pertanian di wilayah Priangan Timur mengalami kekeringan dan puso.

Kepala Kordinator Satuan Kerja Unit Pelayanan Balai Pertanian Tanam Pangan dan Tanaman Pangan Holtikultura Wilayah V Jawa Barat, Arif Setiabudi menyebut ribuan hektare lahan pertanian yang terdampak kemarau itu tersebar hampir di semua wilayah.

Dari 5 wilayah unit kerja, wilayah lahan kekeringan di Kabupaten Pangandaran dan Ciamis paling luas.

Luas lahan kekeringan di Pangandaran seluas 2688 hektare, dan lahan yang puso seluas 324 hektare dari total lahan pertanian seluas 12 ribu hektare.

Kemudian di Kabupaten Ciamis, luas lahan pertanian yang kekeringan seluas 2032 hektare, dan puso 378 hektare.

Carmi TKW Asal Cirebon yang Hilang 31 Tahun Akhirnya Ditemukan, Begini Video Call dengan Keluarga

Lalu luas kekeringan di wilayah Kabupaten Tasikmalaya mencapai 1017 hektare, puso 350 hektare.

Di Kota Tasikmalaya, luas lahan yang kekeringan seluas 199 hektare, puso 59 hektare dari luasan lahan seluas 3900 hektar.

Kemudian di Kota Banjar, luas kekeringan di 230 hektare, dan puso 37 hektare dari luasan lahan 2017 hektare.

"Kekeringan saat ini sudah memasuki puncaknya, ada beberapa tempat alami kekeringan. Kebanyakan merupaka lahan tadah hujan, 60 persen. pengairan teknis masih bisa panen," kata Arif saat ditemui di kantornya di Jalan Cilembang, Kota Tasikmalaya, Kamis (29/8/2019).

Dia mengatakan, pihaknya jauh-jauh hari telah melakukan imbauan kepada para petani untuk tidak hanya menanam padi.

Hasil Operasi Patuh Lodaya 2019 di Garut, Puluhan Sepeda Motor Diangkut ke Mapolres Garut

"Sebelum kekeringan terjadi, kami sudah imbau untuk tidak menanam tanaman yang membutuhkan banyak air," ujarnya.

Dia menambahkan, ancaman lainnya, selain semakin menipisnya pasokan air serangan hama juga sangat rentan saat kemarau terjadi.

"Serangan hama tikus rentan terjadi saat kemarau panjang, tanaman yang kekurangan air juga rentan terkena hama lainnya," tambah dia.

Penulis: Isep Heri Herdiansah
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved