Mantan Gubernur Jabar Sebut Walini Sulit Jadi Ibu Kota Jabar, yang Paling Masuk Akal Kertajati

Mantan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengatakan kajian pemindahan pusat pemerintahan Provinsi Jawa Barat

Mantan Gubernur Jabar Sebut Walini Sulit Jadi Ibu Kota Jabar, yang Paling Masuk Akal Kertajati
Warta Kota/Muhammad Azzam
Mantan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan. 

Pemilihan Kertajati sebagai pusat pemerintahan baru, katanya, didasarkan pada pemerataan ekonomi dan pembangunan, ditambah akses infrastruktur yang ditunjang jalan Tol Cipali, Tol Cisumdawu, Bandara Kertajati, Pelabuhan Patimban, dan pusat kawasan Cirebon.

Aher mengingatkan pemindahan pusat pemerintahan ini harus didasarkan pada kondisi Kota Bandung yang sudah sangat padat. Kepadatan penduduk di Kota Bandung sudah di atas kapasitas kota yang dibangun oleh para perancangnya dulu.

"Para perancangnya dulu kan membangun Kota Bandung itu untuk dihuni 750 ribu sampai 1 juta orang. Sekarang sudah 2,5 juta, sudah melampaui kapasitas kan itu. Pada posisi seperti ini, memang diperlukan pemecahan kepadatan penduduk," katanya.

Bikin Ngakak, Meme Ibu Kota Indonesia Pindah Ini Kocak, Perpindahan Ibu Kota Indonesia Masih Ramai

Kepadatan penduduk di Bandung ini, katanya, harus dipecahkan dengan membuat kawasan baru. Pemindahan pusat pemerintahan bertujuan memecah kepadatan penduduk dan kepadatan ekonomi.

"Aktivitas ekonomi di Bandung tinggi, maka dilempar ke tempat yang lain jadi ya supaya denyutnya lebih luas sehingga berdampak pada kesejahteraan masyarakat secara luas, itu sebetulnya tujuannya," katanya.

Bandung sendiri, katanya, akan terus berkembang. Karenanya, harus dibuat pusat-pusat perkembangan baru di Jawa Barat supaya pembangunan lebih merata.

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved