Adiwijaya Kembali Jadi Rektor Telkom University, Siap Bawa Telkom Masuk QS World University Ranking

Setelah sukses membawa Telkom University (Tel-U) menjadi Perguruan Tinggi Swasta (PTS) nomor 1 di Indonesia

Adiwijaya Kembali Jadi Rektor Telkom University, Siap Bawa Telkom Masuk QS World University Ranking
Tribunjabar/Mumu Mujahidin
Pelantikan Rektor Telkom University 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mumu Mujahidin

TRIBUNJABAR.ID, BOJONGSOANG - Setelah sukses membawa Telkom University (Tel-U) menjadi Perguruan Tinggi Swasta (PTS) nomor 1 di Indonesia, Prof Adiwijaya kembali terpilih menjadi rektor Tel-U untuk kedua kalinya, Jumat (30/8/2019).

Teguh Widodo selaku ketua pemilihan Rektor Tel-U sekaligus sekretaris senat Tel-U mengatakan proses pemilihan Rektor 2019-2024 berlangsung sejak Desember 2018 hingga pengumuman pada 27 Agustus 2019.

Menurutnya sesuai dengan proses, pemilihan rektor mulai dari 7 bakal calon rektor yang diusulkan dari Yayasan Pendidikan Telkom (YPT) dan tujuh Fakultas di lingkungan Telkom University.

"Kemudian telah terpilih 5 kanditat yang kemudian disaring lagi menjadi 3 kandidat, dimana 3 kandidat itu dipilih langsung oleh Yayasan, sehingga menghasilkan 1 orang Rektor terpilih," katanya saat menyampaikan sambutannya, Jumat (30/8/2019).

Sesuai dengan SK YPT Nomor ND.04373/ Yayasan Pendidikan Telkom-YPT/DGA-02/ 2019, Ketua Yayasan Pendidikan Telkom, Dwi S Purnomo, menyatakan secara resmi bahwa Prof Adiwijaya, terpilih kembali sebagai Rektor Telkom University masa bakti 2019-2024.

Walini Calon Ibu Kota Jabar Ternyata Wacana Lama, Sejak Zaman Ahmad Heryawan

Seusai pelantikan Adiwijaya menuturkan dirinya akan kembali mempertahankan proses yang telah berlangsung hingga 5 tahun kedepan selama masa baktinya. Beberapa target yang sudah ditetapkan salah satunya adalah berupaya membentuk SDM (Sumber Daya Manusia) yang unggul.

"Unggul itu well educated, yang bisa menjaga kerukunan dalam kerangka negara kesatuan Republik Indonesia dan bisa berkontribusi dari sisi penelitian dan pengembangan inovasi untuk meningkatkan perekonomian Indonesia," tuturnya.

Yayasan Pendidikan Telkom (YPT) sendiri memberi target agar Tel-U tetap menjadi PTS terbaik di Indonesia, bahkan kalau bisa masuk ke deretan 10 besar perguruan tinggi terbaik di Indonesia bersama PTN. YPT juga berharap agar Tel-U bisa masuk QS World University Rangking.

"Dari 14 besar untuk masuk ke 10 besar tidak ada yang tidak mungkin. Jadi Insya Alloh selama kita bisa berupaya, bisa memberikan yang terbaik dalam setiap kesempatan Insya Allah akan tercapai," katanya.

Menurutnya Tel-U sudah menyiapkan beberapa strategi dengan banyak membuka kelas atau program studi terkait pembelajaran jarak jauh. Mengingat tantangan pendidikan dan teknologi semakin berkembang.

Kesedihan Istri Sertu Rikson Sangat Dalam Sambil Menangis Papan Nisan Suaminya Diciumi Berkali-kali

Ia menambahkan Kemenristekdikti juga telah memberikan dukungan dan izin hingga Tel-U akan mengupayakan membangun center e-learning and open education.

"QS kita fokus mengejar target tersebut. Hal yang paling utama adalah terkait internalisasi, baik kolaborasi riset ataupun faculty and student exchange itu akan kita lakukan terus dan sekarang juga sudah berjalan," katanya.

Sejauh ini Tel-U memiliki 9 grand international reserch bersama 9 universitas di luar negeri, di antaranya Korea, Malaysia, Scotland dan Prancis. Adi berjanji akan terus menambah kerjasama riset dengan banyak universitas luar.

"Insya Allah pendanaan dari internasional ini memotivasi menjadikan kita sabagai internasional recognize, dengan demikian bisa diterima secara global," ujarnya.

Penulis: Mumu Mujahidin
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved