Selasa, 21 April 2026

Gunung Tangkubanparahu Erupsi Selama Satu Bulan, Pengelola Bilang Begini kepada Pedagang

Direktur PT Graha Rani Putra Persada (GRPP), Putra Kaban, selaku pengelola Gunung Tangkubanparahu

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Ichsan
Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
Kondisi Kawah Ratu Gunung Tangkubanparahu setelah diguyur hujan deras. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, LEMBANG - Direktur PT Graha Rani Putra Persada (GRPP), Putra Kaban, selaku pengelola Gunung Tangkubanparahu, meminta para pedagang harus bersabar terkait erupsi gunung tersebut yang sudah mencapai satu bulan.

Pihaknya belum bisa memastikan kapan Gunung Tangkubanparahu akan dibuka karena harus tetap mematuhi rekomendasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang merekomendasikan jarak aman sejauh 1,5 kilometer.

Atas hal tersebut, hingga saat ini Gunung Tangkubanparahu masih ditutup sementara dan otomatis para pedagang pun tidak mendapat penghasilan karena selama satu bulan tidak berjualan.

"Upaya kami terus mengadakan istigasah meminta agar erupsi ini berhenti. Kami juga meminta kepada para pedagang dan masyarakat harus bersabar," ujarnya saat ditemui di Gunung Tangkubanparahu, Selasa (27/8/2019).

Skuat Timnas U-18 Indonesia Ini Ikut Latihan Bersama Pemain Persib Bandung, Resmi Gabung?

Pihaknya juga sudah memberikan penjelasan terkait kondisi Gunung Tangkubanparahu kepada para pedagang agar mereka juga tetap mematuhi rekomendasi dari PVMBG yang menetapkan status level II Waspada.

"Ini kan masalah alam, satu-satunya jalan kita harus banyak berdoa agar tetap normal lagi. Jadi tidak ada jalan lain selain berdoa, supaya erupsi ini berhenti," ucapnya.

Disinggung masalah kerugian, selain pedagang yang rugi, pihaknya juga jelas mengalami kerugian karena selama satu bulan ini Gunung Tangkubanparahu ditutup untuk umum.

Pembunuh Keluarga Sendiri di Banyumas Mengaku akan Dibunuh Kalau Tidak Duluan Membunuh

"Tentu sudah ada kerugian, akan tetapi ini dianggap sebagai risiko. Selain kami yang mengalami kerugian, pedagang juga rugi, tapi untuk nilainya tidak etis untuk diungkapkan," kata Putra.

Seharusnya, kata Putra, ketika Gunung Tangkubanparahu dibuka untuk umum selama satu bulan, jumlah pengunjung bisa mencapai ribuan yang berwisata ke gunung tersebut.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved