Kekeringan Memaksa Petani di Rancaekek Gunakan Air yang Tercemar Limbah Industri

Badan Metreologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi jika bulan Agustus ini menjadi puncak dari musim kemarau.

Kekeringan Memaksa Petani di Rancaekek Gunakan Air yang Tercemar Limbah Industri
Tribun Jabar
Ilustrasi Kekeringan 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mumu Mujahidin

TRIBUNJABAR.ID, SOREANG - Badan Metreologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi jika bulan Agustus ini menjadi puncak dari musim kemarau.

Di Kabupaten Bandung, mulai banyak petani yang mengaliri sawahnya dengan air yang tercemar oleh limbah industri.

"Ini dilematis bagi kami, jadi sumber air di Rancaekek apalagi di kawasan Kahatex sekitar 400 hektar sudah jelas tercemar limbah industri. Walaupun dilematis pabrik juga tidak mengakui itu," ujar Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, Tisna Umaran, di Soreang, Kamis (22/8/2019).

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Kekeringan di Jakarta dan Banten, Begini Ulasannya

Menurutnya, air limbah ini sudah tidak optimal untuk mengahsilkan padi.

Oleh karena itu di dalam Perda LP2B (Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan), tercantum mengenai alihfungsi lahan seluas 400 hektar di Rancaekek dari area pertanian menjadi non pertanian.

"Daripada tetap menjadi lahan pertanian tapi tidak ada upaya optimal untuk  mengembalikan fungsi lahannya, lebih baik kami masukkan kepada lahan cadangan untuk alih fungsi," katanya.

Ia juga mengatakan akan mempertahankan lahan sawah di perkotaan agar tidak beralihfungsi dengan cara dimasukan ke dalam peta Perda LP2B.

"Sekarang musim kekeringan, walaupun ada air, tapi airnya tercemar berat oleh kawasan industri di daerah Sumedang. Jangankan menghasilkan, untuk pertumbuhan pun, karena ini akumulatif dari bertahun-tahun si air ini sudah mejadi racun bagi tanaman," katanya.

Tisna menuturkan, sejauh ini di beberapa lokasi masih banyak petani yang memanfaatkan air yang terpapar limbah industri untuk mengairi sawah.

Selain petani di Rancaekek, di antaranya adalah petani di Baleendah dan Ciparay, meski air limbah tersebut masih bisa ditolerir oleh tanaman.

"Daerah-daerah tercemar berat itu tidak kami saran memanfaatkan air limbah, jikapun tumbuh, hasil tidak akan maksimal," katanya.

BMKG Jabar Rilis Sejumlah Daerah yang Bakal Mengalami Kekeringan Ekstrem, Berikut Daftarnya

Kemarau Lebih Panjang, Warga Diminta Waspada Kekeringan di Purwakarta

Penulis: Mumu Mujahidin
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved