Berupaya Bantu Petambak Ikan, Ridwan Kamil Sebut Sistem e-Fishery Bisa Disebar ke Petambak di Jabar

, Ridwan Kamil, mengatakan dirinya pun berharap semakin banyak inovasi teknologi tepat guna dari Jawa Barat, sehingga hasilnya bisa dimanfaatkan oleh

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Theofilus Richard
Tribunjabar/Syarif Abdussalam
Ridwan Kamil di Gedung Pakuan, Senin (12/8/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhammad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Pemerintah Provinsi Jawa Barat menandatangani MoU bersama inovator bidang perikanan PT Multidaya Teknologi Nusantara terkait pengembangan Desa Digital Perikanan Jawa Barat (E-Fishery) di Puncak Gelar Teknologi Tepat Guna Tingkat Provinsi Jawa Barat di Taman Kota Lapang Merdeka, Kota Sukabumi, Rabu (21/8/2019).

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, mengatakan dirinya pun berharap semakin banyak inovasi teknologi tepat guna dari Jawa Barat, sehingga hasilnya bisa dimanfaatkan oleh pemerintah dan pihak lainnya dalam pembangunan di berbagai bidang.

"Pameran ini mengindikasikan bahwa inovator-inovator di Jabar luar biasa. Inovasi tidak usah terlalu hi-tech tapi teu kapake. Lebih baik ngembangkeun alat teknologi yang mudah dipahami petani dan nelayan, dan terpakai nantinya sehingga bermanfaat," kata gubernur yang akrab disapa Emil tersebut seusai membuka pameran.

Pembangunan Overpass Lingkar Sukabumi Dimulai, Ridwan Kamil Meletakkan Batu Pertama

Jawa Barat, katanya, harus menjadi yang terdepan dari mulai teknologi sederhana yang membuat makanan ikan, teknologi mencacah pakan, dan pengukur suhu air.

Teknologi e-fishery yang memungkinkan pemberian pakan ikan melalui perintah dari smartphone.

"Kami pun sedang eksperimen, menggunakan handphone juga untuk tracking ikan, menggunakan handphone untuk tracking hama wereng atau tikus, menggunakan handphone untuk menyiram tanaman," katanya.

Dengan inovasi-inovasi ini, kata Ridwan Kamil, dirinya yakin dalam dua atau tiga tahun ke depan desa digital dapat terwujud. Tidak ada alasan lagi, katanya, kesulitan berusaha di desa.

Pemberdayaan masyarakat dengan memanfaatkan teknologi tepat tuna ini dinilai bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi di pedesaan sampai kota.

Teknologi tepat guna, katanya, bisa menciptakan efisiensi biaya produksi, memperbaiki proses, meningkatkan mutu produksi, serta meningkatkan kapasitas dan nilai tambah.

Ridwan Kamil berharap, Jawa Barat bisa maju menjadi provinsi terdepan dalam pengembangan TTG (Teknologi Tepat Guna).

Moratorium Pemekaran Kabupaten Masih Berlaku, Ridwan Kamil Nilai Pemekaran Desa Lebih Solutif

Pemprov Jabar pun akan ikut mendorong dan mendukung para inovator untuk terus bereksperimen, termasuk untuk mewujudkan Desa Juara di Revolusi Industri 4.0.

"Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan terus fokus meningkatkan perekonomian dan pemberdayaan desa dalam rangka mengurangi ketimpangan pembangunan antara kota dan desa," kata Ridwan Kamil.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Barat, Dedi Supendi, mengatakan bahwa kegiatan Gelar TTG Tingkat Provinsi Jawa Barat sekaligus ajang persiapan untuk mengikuti Gelar TTG Tingkat Nasional yang berlangsung 21-25 September 2019 di Provinsi Bengkulu.

Dalam Gelar TTG ke sembilan di Sukabumi, juga dilaksanakan penandatanganan kesepakatan (MoU) bersama antara Pemda Provinsi Jawa Barat dan PT Multidaya Teknologi Nusantara terkait pengembangan Desa Digital Perikanan Jawa Barat (e-fishery).

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved