Ini Jenderal Pencipta 40 Lagu, Lagu Citarumku Harum jadi Persembahannya bagi Tanah Pasundan
Marsma TNI Embu Agapitus, pria kelahiran Ende, Nusa Tenggara Timur pada 16 Maret 1963, adalah jenderal pencipta 40 lagu.
Penulis: Daniel Andreand Damanik | Editor: Ichsan
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Daniel Andreand Damanik
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Marsma TNI Embu Agapitus, pria kelahiran Ende, Nusa Tenggara Timur pada 16 Maret 1963, anak keempat dari 11 bersaudara berhasil menciptakan lebih dari 40 judul lagu sejak tujuh tahun lalu.
Jenderal bintang satu ini, sekarang menjabat sebagai Kasgartap II/Bandung yang bermarkas di Jl Nias, Kota Bandung, Jawa Barat.
"Dari 40 lagu tersebut, satu judul yang saya persembahkan untuk Tanah Pasundan berjudul "Citarumku Harum". Menulis liriknya, saya lakukan di ruangan saya dan hanya membutuhkan waktu sekitar satu jam," katanya.
Munculnya inspirasi menciptakan lagu tersebut, dikarenakan Ia melihat perubahan yang dibagi menjadi tiga fase terhadap Sungai Citarum. Fase pertama terkait keindahan dan kekayaan dari Sungai citarum, fase kedua tentang kerusakan Sungai Citarum, dan fase ketiga tentang restorasi Sungai Citarum agar kembali harum seperti sediakala.
• Pasien RSHS Tak Lagi Nginap di Koridor, Kini Ada Rangganis Rumah Singgah Gratis di Kota Bandung
Lagu tersebut melibatkan artis, personel TNI dan Polri.
Ia mengaku, bahwa tidak sedikit biaya yang harus dikeluarkan untuk menciptakan lagu. Alasannya, Ia menginginkan semua lagu-lagu ciptaannya berkualitas dan dipoles oleh musisi, penyanyi yang andal serta profesional.
"Orientasi saya bukan untuk mencari keuntungan, tapi membantu agar masyarakat sadar terhadap kerusakan alam dan bisa membantu pemerintah merevitalisasi dan merestorasi Sungai Citarum serta ekosistemnya," katanya.
Meskipun lahir di Ende, kecintaannya terhadap Jawa Barat cukup tinggi.
Memang, masih satu lagu yang diciptakannya yang bertemakan Jawa Barat, selebihnya Ia menciptakan lagu bertemakan lingkungan alam sekitar yang liriknya bisa dirasakan Masyarakat dari Sabang sampai Merauke.
• Beasiswa bagi Anak Putus Sekolah di Indramayu, Nilainya Rp 2 Juta Per Tahun untuk Setiap Siswa
Baginya, masyarakat Pasundan itu unik dan penuh kepedulian.
Melalui lagu Citarumku Harum tersebut, kepedulian masyarakat terhadap Citarum bisa lebih tinggi, tanpa harus marah-marah dan menggunakan kekerasan.
Marsma TNI Embu Agapitus mengatakan, bahwa lagu Citarumku Harum tersebut belum pernah didengar oleh Presiden RI Joko Widodo, namun sudah pernah didengar tiga orang Menteri Republik Indonesia.
Rencananya, jika tidak ada perubahan, lagu tersebut akan kembali ditampilkan secara "Live" pada acara bakti sosial TNI untuk membersihkan Sungai Citarum pada 21 September 2019.
Kisah Mantan Jenderal Susno Jadi Petani
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/marsma-tni-embu-agapitus.jpg)