Cerita Asgar, Orang yang Pertama Kali Memadamkan Api di Tubuh Polisi yang Dibakar di Cianjur

Sosok tersebut mengenakan jaket kulit warna cokelat. Kendati sempat ragu, pria yang mengenakan jaket kulit warna cokelat

Cerita Asgar, Orang yang Pertama Kali Memadamkan Api di Tubuh Polisi yang Dibakar di Cianjur
Istimewa
Didi Rosadi (43) alias Asgar, warga Kampung Jambudipa RT 03/01, Desa Jambudipa, Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur, ikut memadamkan api yang membakar polisi di Cianjur. 

Dimana Bripda Yudi Muslim mengalami sekitar 13,5 persen, dengan derajat kedalaman yang cukup berat yaitu tingkat dua (full thickness burn), meliputi bagian leher, kedua tangan, dan sebagian wajah.

Sedangkan, Bripda FA Simbolon, mengalami 6,5 persen luka bakar tingkat dua (superficial partial-thickness burn) yang meliputi bagian leher, sebagian dada, dan lengan atas bagian kanan.

Bripda Yudi Muslim masih pengantin baru, ada firasat ke istri sebelum terbakar di Cianjur.
Bripda Yudi Muslim masih pengantin baru, ada firasat ke istri sebelum terbakar di Cianjur. (Kolase Tribun Jabar (ISTIMEWA dan Instagram/Cianjur Update))

Dikarenakan luka bakar keduanya mengenai lapisan dermis paling dalam, sehingga dibutuhkan penanganan luka melalui skin graft berupa operasi pecangkokan atau penambalan jaringan kulit.

"Karena Pak Yudi mengalami luka bakar yang cukup dalam dan adanya ancaman infeksi, dibandingkan Pak Simbolon, maka dibutuhkan operasi, dan diperlukan perawatan yang lebih lama dibandingkan dengan derajat luka tingkat superficial burn, yang relatif bisa sembuh dalam waktu 7-10 hari dengan tumbuhnya epitel kulit dengan sendirinya," ujarnya kepada wartawan di RSHS Bandung, Jalan Pasteur, Kota Bandung, Senin (19/8/2019).

Akan tetapi menurutnya, dengan kondisi luka bakar dalam dialami Bripda Yudi dan Bripda FA Simbolon, meski dapat sembuh, tetap memerlukan proses yang lebih lama dan akan meninggalkan jaringan parut yang kurang baik dari estetika.

Pelajar bernama Muhamad Ridwan Suryana (18), pelajar SMK Pasundan I Cianjur, tak menyangka foto aksinya akan viral saat menolong Aiptu Erwin terbakar dan tergeletak di trotoar dan menjadi satu korban dari aksi unjuk rasa.
Pelajar bernama Muhamad Ridwan Suryana (18), pelajar SMK Pasundan I Cianjur, tak menyangka foto aksinya akan viral saat menolong Aiptu Erwin terbakar dan tergeletak di trotoar dan menjadi satu korban dari aksi unjuk rasa. (Istimewa.)

Sebab berpotensi akan menimbulkan terjadinya kontraktur (kelainan/pemendekan permanen) yang dikarenakan tertariknya otot pada jaringan lunak di bawah kulit bagian leher sehingga tidak akan bebas dalam bergerak.

"Oleh karena itu, Pak Yudi setidaknya harus dilakukan kurang lebih satu atau dua kali tahapan operasi, meliputi tahap pertama pembersihan jaringan kulit yang mati dengan general anastesi atau bius umum, agar pasien tidak kesakitan. Kemudian di tahap kedua, operasi pencangkokan/penambalan kulit yang akan kita ambil dari kulit lipatan paha," ucapnya.

Meriahkan HUT ke-342 Cianjur, Via Vallen: Bojo di Cianjur Galak-galak?

Proses operasi untuk Bripda Yudi pun direncanakan akan dilakukan pada Rabu (21/8/2019) atau Kamis (22/8/2019) nanti, dengan melihat hasil observasi kesehatan dan kesiapan pasien. Terlebih luka pada bagian tangan merupakan luka paling dalam dan cukup luas.

Disinggung mengenai jumlah dokter bedah plastik yang akan terlibat dalam proses operasi, menurutnya hal itu bisa dilakukan dengan cukup satu atau dua orang saja.

"Bisa cukup saya saja atau dua orang dokter (bedah plastik) kita lihat nanti. Kita dahulukan yang Pak Yudi karena lebih parah, dibandingkan pasien Simbolon," ujar dia.

Kondisi Bripda Yuda Muslim polisi yang terbakar dalam aksi unjuk rasa di Cianjur.
Kondisi Bripda Yuda Muslim polisi yang terbakar dalam aksi unjuk rasa di Cianjur. (istimewa)
Halaman
1234
Penulis: Ferri Amiril Mukminin
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved