Polres Bandung Ungkap Jaringan Aceh, Sita 8 Kilogram Ganja dan 8.000 Pil Dextro

Dalam tiga bulan terakhir Satnarkoba Polres Bandung mengamankan tiga tersangka pengedar narkoba.

Polres Bandung Ungkap Jaringan Aceh, Sita 8 Kilogram Ganja dan 8.000 Pil Dextro
Tribun Jabar/Mumu Mujahidin
Tiga tersangka pengedar narkoba yang diamankan Satresnarkoba Polres Bandung, Senin (19/8/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mumu Mujahidin

TRIBUNJABAR.ID, SOREANG - Dalam tiga bulan terakhir Satnarkoba Polres Bandung mengamankan tiga tersangka pengedar narkoba. Dari ketiga tersangka tersebut Satresnarkoba mengamankan ribuan pil dextro dan 8 kilogram ganja.

Kapolres Bandung AKBP Indra Hermawan menuturkan sejak akhir Juli dan Agustus ini Satresnarkoba berhasil mengungkap dua perkara penyelahgunaan ganja dan satu perkara penyalahgunaan farmasi tanpa izin mengenai kesehatan.

"Dari tiga perkara ini ada tiga tersangka yang diamankan. Di antaranya inisial R alias B dan atas nama US yang sama-sama kasus ganja. Sementara MR terjerat perkara penyalahgunaan farmasi tanpa izin," katanya di Mapolres Bandung, Soreang, Senin (19/08/2019).

Menurutnya kedua perkara penyalahgunaan ganja ini menggunakan modus tempel dengan masing-masing tersangka US mengambil barang di Jakarta kemudian diedarkan di wilayah Kabupaten Bandung.

Para Mantan yang Lukai Persib Bandung di Liga 1 2019, 3 Pemain Pernah Bawa Maung Bandung Juara

Kemudian tersangka R mengambil barang di sekitar Dayeuhkolot dan disebarkan di wilayah Kabupaten Bandung.

"Dari tersangka R kami mengamankan 3 paket ganja ukuran besar, dibungkus lakban warna kuning kemudian 9 paket sedang. Kemudian dari tersangka US diamankan 1 paket besar ganja kemudian 2 paket kecil, dan 1 bungkus plastik berisikan ganja juga," tuturnya.

Indra menuturkan barang haram tersebut berasal dari Aceh, keduanya termasuk jaringan Aceh. US dijanjikan akan mendapat upah sebesar Rp 1,5 - Rp 2 juta jika pekerjaannya menjual ganja selesai.

Selain ketiga tersangka tersebut Polres Bandung juga tengah memburu dua orang tersangka lainnya yang berperan memerintahkan pengambilan barang yaitu P dan T.

"Keduanya dijerat Pasal 114 ayat 2 sub Pasal 111 ayat 2 Undang-undang narkotika, dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun," katanya.

Ditolak Berhubungan Intim, Pria Ini Pukul Pacar yang Masih di Bawah Umur Pakai Cangkul Hingga Tewas

Selain itu Satnarkoba Polres Bandung juga mengamankan MR yang kedapatan menjual obat-obatan jenis dextro tanpa izin.

Dari tangan MR polisi mengamankan barang bukti berupa 7.000 butir dextro yang dikemas dalam bungkus kecil paket 10 butir.

"Pasal yang dikenakan adalah pasal 196 juncto pasal 98 ayat 2 (dua) undang-undang nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman 10 tahun penjara dan denda paling banyak Rp1 miliar," katanya.

Penulis: Mumu Mujahidin
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved