Ruang Kelas Mau Ambruk, Murid SDN di Cianjur Terpaksa Belajar di Teras Sekolah Pasca- Gempa Banten
Gempa berkekuatan 6,9 skala richter Banten, ternyata membuat atap sekolah SDN Jayamekar di Kecamatan Sindangbarang yang sudah lapuk makin parah.
Penulis: Ferri Amiril Mukminin | Editor: Dedy Herdiana
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferri Amiril Mukminin
TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Gempa berkekuatan 6,9 skala richter yang mengguncang Sumur, Banten, ternyata membuat atap sekolah SDN Jayamekar di Kecamatan Sindangbarang yang sudah lapuk makin parah.
Sekolah tersebut berada di Kampung Bantaka RT 04/03, Desa Muaracikadu, Kecamatan Sindangbarang, Kabupaten Cianjur.
Karena atap mau ambruk akibat gempa, ruang kelas terpaksa ditopang menggunakan bambu.
Melihat kondisi tersebut, 74 murid SDN Jayamekar mencari tempat belajar di luar kelas, bahkan teras sekolah menjadi tempat belajar dengan cara mengelar tikar.
Seorang komite SDN Jayamekar, Hasan (62), mengatakan sudah lama bangunan sekolah tersebut belum tersentuh perbaikan.
• Ayah Bocah yang Meninggal Terjepit Pintu Semi Otomatis Sekolah Minta Proses Hukum Berlanjut
• Bocah di Bogor Putus Sekolah Lalu Jadi Sopir Tembak Truk Tronton, Berakhir Ditilang Polisi
• Muridnya Tewas Terjepit Pintu Gerbang, Pihak Sekolah PGRA Al Haq Margahayu Sudah Minta Maaf
"Sekolah SDN Jayamekar berdiri sejak tahun 1981 dan waktu itu masih bernama SD Inpres, bangunan yang ada ini dulunya dibangun dengan swadaya warga masyarakat. Kini umurnya udah tua serta sudah rapuh dan mau ambruk," ujar Hasan.
• 311 Kepala Sekolah tingkat SMP Se-Cianjur Ikuti Pendidikan Antikorupsi
• Rumah di Pesisir Cianjur Akibat Gempa Banten, di Sukabumi Jumlah Rumah Rusak Bertambah
• Kisah Jodi, Bocah di Kuningan yang Sempat Viral, Sudah Bersekolah di SD
Hasan juga mengatakan, sebelum ada gempa ruang kelas masih bisa dipakai belajar, namun karena gempa bagian atapnya ambruk dan langit-langitnya berjatuhan.
"Harapan kami kepada pihak dinas pendidikan kabupaten dan provinsi untuk segera membantu pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) sebab kasihan anak anak sekolah," katanya.
Seorang guru SDN Jayamekar, Susi Riyana (36), mengatakan, bangunan ruang kelas sekolah SDN Jayamekar semuanya ada tiga ruang kelas.
Namun kelas 1 dipakai untuk kantor dan ruang guru.
• Sekolah di Tasikmalaya Ini Rusak Diguncang Gempa Dua Tahun Lalu, Hingga Kini Tak Kunjung Diperbaiki
• VIRAL! Kisah Jodi Anak Yatim ke Sekolah Pakai Baju Kotor, Tiap Pagi Gurunya Gantian Memandikannya
"Sebenarnya kondisi bangunan sekolah ruang kelas 1 dan 2 yang rusak ini sudah lama sudah hampir 4 tahun, namun sebelum gempa yang kemarin masih bisa dipakai, kalau sekarang tidak bisa dipakai sebab semakin parah dan sebagian atapnya sudah ambruk," katanya.
• Pemain Persib Bandung Saepuloh Bersyukur, Bisa Merayakan Idul Adha bersama Keluarga
• Ratusan Bobotoh Datangi Kantor PT PBB Kemarin, Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar Angkat Bicara
• VIDEO Sekolah di Tasikmalaya Ini Rusak Diguncang Gempa Dua Tahun Lalu, Tak Kunjung Diperbaiki
Ia mengatakan terpaksa menggunakan teras sekolah agar murid aman belajar.
Menurutnya, pihak sekolah sudah mengajukan pembangunan ruang kelas baru (RKB ) dan rehab dengan cara membuat proposal ke Dinas Pendidikan kabupaten dan provinsi tapi sampai saat ini belum ada tanggapannya.
"Tahun ajaran baru banyak orang tua murid yang tidak mau menyekolahkan anaknya di SDN Jayamekar karena melihat kondisi bangunannya tidak layak pakai dan mau ambruk. Mereka ketakutan anaknya tertimpa atap sekolah sehingga mereka terpaksa menyekolahkan anaknya ke SD yang agak jauh," katanya.
Ia mengatakan anak-anak belajar di teras sudah hampir dua pekan sejak terjadi gempa. (fam)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/sdn-jayamekar-di-desa-muaracikadu-sindangbarang-cianjur-mau-roboh-_-2.jpg)