Jejak Iwa Karniwa yang Jadi Tersangka Suap Proyek Meikarta, Kekayaan Naik Satu Milyar dalam Setahun

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa sebagai tersangka dalam pusaran korupsi proyek Meikart

Jejak Iwa Karniwa yang Jadi Tersangka Suap Proyek Meikarta, Kekayaan Naik Satu Milyar dalam Setahun
Kolase Tribun Jabar (iwakarniwa.com dan Facebook/Sekda Jabar Iwa Karniwa)
Jejak Iwa Karniwa, Sekda Jabar yang ditetapkan jadi tersangka oleh KPK, tersangkut kasus suap Meikarta. 

TRIBUNJABAR.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa sebagai tersangka dalam pusaran korupsi proyek Meikarta.

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengatakan, Iwa diduga menerima suap dari PT Lippo Cikarang terkait Pembahasan Substansi Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Detail Tata Ruang Kabupaten Bekasi Tahun 2017.

Dilansir Kompas.com, Saut menyebut, Iwa meminta uang sebesar Rp 1 miliar kepada PT Lippo Cikarang melalui Kepala Bidang Penataan Ruang Dinas PUPR Kabupaten Bekasi Neneng Rahmi Nurlaili.

"Neneng Rahmi kemudian mendapatkan Informasi bahwa tersangka IWK (Iwa) meminta uang Rp1 miliar untuk penyelesaian proses RDTR di provinsi," kata Saut dalam konferensi pers, Senin (29/7/2019).

Saut menuturkan, pada Desember 2017, Iwa telah menerima uang sebesar Rp 900 juta dari Neneng melalui perantara.

Neneng mendapat uang tersebut dari PT Lippo Cikarang pada bulan yang sama.

Kasus ini bermula ketika Neneng menerima pengajuan Rancangan Perda RDTR pada April 2017.

Bupati Bekasi nonaktif, Neneng Hasanah Yasin (kanan) bersama lima terdakwa lainnya menjalani sidang dengan agenda pembacaan putusan di Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (29/5/2019). Dalam sidang tersebut, majelis hakim memvonis Neneng Hasanah Yasin dengan hukuman selama 6 tahun penjara dan denda sebesar Rp 250 juta subsidair 4 bulan kurungan. Neneng dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi berupa menerima suap terkait pengurusan izin proyek Meikarta. Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Bupati Bekasi nonaktif, Neneng Hasanah Yasin (kanan) bersama lima terdakwa lainnya menjalani sidang dengan agenda pembacaan putusan di Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (29/5/2019). Dalam sidang tersebut, majelis hakim memvonis Neneng Hasanah Yasin dengan hukuman selama 6 tahun penjara dan denda sebesar Rp 250 juta subsidair 4 bulan kurungan. Neneng dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi berupa menerima suap terkait pengurusan izin proyek Meikarta. Tribun Jabar/Gani Kurniawan (Tribun Jabar/Gani Kurniawan)

Saat itu, Neneng diajak Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Bekasi untuk bertemu pimpinan DPRD di Kantor DPRD Kabupaten Bekasi.

"Pada pertemuan tersebut Sekretaris Dinas PUPR menyampaikan permintaan uang dari Pimpinan DPRD terkait pengurusan tersebut," ujar Saut.

Singkat cerita, Raperda RDTR Kabupaten Bekasi itu disetujui oleh DPRD Bekasi dan dikirim ke Provinsi Jawa Barat untuk dilakukan pembahasan.

Namun, raperda tidak segera dibahas oleh POKJA Badan Koordinasi Penataan ruang Daerah (BKPRD) meski dokumen pendukung sudah diberikan.

Halaman
1234
Editor: Ravianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved