Jumat, 24 April 2026

Universitas di Ciamis Ini Menjadi Satu-satunya Universitas di Dunia yang Mengajarkan Mata Kuliah Ini

Dengan bobot mata kuliah 2 SKS tersebut, Unigal menjadi satu-satunya universitas di dunia yang punya mata kuliah

Penulis: Andri M Dani | Editor: Ichsan
Tribunjabar/Andri M Dani
Sedikitnya 1.321 mahasiswa Unigal akan menggelar Kuliah Kerja Nyata (KKN), Selasa (23/7/2019) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Andri M Dani

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS – Mulai tahun ajaran 2019/2020 Universitas Galuh (Unigal) akan mengajarkan mata kuliah Kegaluhan bagi mahasiswa untuk semua jurusan di semua fakultas.

Dengan bobot mata kuliah 2 SKS tersebut, Unigal menjadi satu-satunya universitas di dunia yang punya mata kuliah “Kegaluhan”.

“Penanggungjawab mata kuliah kegaluhan ini langsung oleh rektor,” ujar Rektor Unigal Ciamis, Dr H Yat Rospia Brata kepada Tribun seusai pelepasan 1.321 mahasiswa KKN periode ke-2 tahun kuliah 2018/2019 di halaman Pendopo Ciamis, Selasa (23/7/2019).

Secara simbolis ribuan mahasiswa KKN Unigal yang akan ditempatkan di 46 desa di 6 kecamatan tersebut dilepas oleh Wabup Ciamis, Yana D Putera.

Mata kuliah kegaluhan dengan bobot 2 SKS tersebut, menurut Yat, akan diberikan kepada seluruh mahasiswa untuk semua jurusan di semua fakultas pada semester awal sebagai mata kuliah dasar umum.

Materi kuliah kegaluhan ini tidak menyangkut sejarah Kerajaan Galuh dengan segala peristiwa dan waktu kejadiannya serta berbagai peninggalan sejarahnya.

“Sejarah itu sering mengundang kontroversi dan banyak versi. Maka mata kuliah kegaluhan tersebut tidak menyinggung materi sejarah. Melainkan lebih pada nilai filosofi kegaluhan, tata norma masyarakat hingga  tata pola pemerintahan zaman Kerajaan Galuh,” katanya.

Ini 8 Kabupaten/Kota di Jabar yang akan Menggelar Pilkada Serentak Tahun 2020

Menurut Yat, nilai filosofi kegaluhan sangat dalam dan dapat menjadi bagian dalam kehidupan bermasyarakat. Karena yang perlu diingat itu tidak hanya sekadar peninggalan sejarah tetapi yang penting adalah filosopi kegaluhan.

Kerajaan Galuh Purba abad ke-7, hingga Kerajaan Galuh abad ke-13 maupun Kerajaan Galuh era Islam menurut Yat diatur oleh tiga kekuasaan yang dikenal Tridatu, yakni adanya peran legislatif, yudikatif serta eksekutif. Pola pemerintahan tersebut secara global dikenal dengan Trias Politica.

“Kerajaan Galuh sudah menerapkan Trias Politica tersebut sejak abad ke-7. Namanya Tridatu,” ujar Yat yang juga dosen sejarah Unigal yang juga Ketua Dewan Kebudayaan Ciamis tersebut.

Tridatu itu meliputi peran raja/ratu sebagai eksekutif dan peran resi sebagai legislatif. Ketika di keraton terjadi keributan atau perebutan kekuasaan, resi turun gunung untuk membuat keraton kembali tenteram. Resi dapat memberhentikan raja.

Menurut Yat, mata kuliah kegaluhan ini utamanya mempersiapkan generasi muda (khususnya Ciamis dan daerah-daerah yang dulu menjadi bagian dari Kerajaan Galuh), mengenal filosofi nilai-nila kegaluhan. Galuh yang identik dengan hati yang bersih, jauh dari rasa dengki, tamak dan sifat-sifat jahat lainnya.

Dan yang terpenting mata kuliah kegaluhan ini memberikan gambaran  dan membumikan nilai-nilai kegaluhan tersebut bagi generasi penerus. Termasuk  untuk mencintai lingkungan peninggalan nenek moyang Galuh. Terutama dalam penyelamatan Gunung Sawal.

Pesawat Cessna 172 Jatuh di Indramayu, KNKT Belum Bisa Menyimpulkan Penyebabnya

Disisi lain, mata kuliah Kegaluhan, kata Yat, diharapkan sebagai bentuk keseriusan Unigal mendorong Pemkab Ciamis melakukan langkah-langkah nyata untuk perubahan nama Kabupaten Ciamis kembali ke Kabupaten Galuh.

“Adanya mata kuliah kegaluhan ini sebagai bentuk dukungan dorongan moral dari Unigal kepada Pemkab Ciamis untuk melakukan langkah-langkah teknis strategis upaya perubahan nama Kabupaten Ciamis jadi Kabupaten Galuh,” ujar Yat.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved