Selatan Jawa 20 Kali Dilanda Tsunami, Masyarakat Harus Lakukan Ini agar Selamat dari Ombak 20 Meter
Bila gempa bumi berkekuatan besar itu terjadi, bisa saja tsunami muncul dengan ketinggian gelombang 15-20 meter.
Penulis: Fidya Alifa Puspafirdausi | Editor: Widia Lestari
Melansir dari Kompas.com, Pelaksana Harian (Plh) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB) Agus Wibowo mengimbau masyarakat untuk tetap siaga dalam menghadapi potensi bencana tersebut.
Agus juga meminta masyarakat agar memahami prinsip 20-20-20 terutama bagi warga yang tinggal di pesisir pantai.
"Kalau warga merasakan gempa selama 20 detik, setelah selesai (guncangan) warga harus segera evakuasi, karena di pantai akan datang tsunami dalam 20 menit, lari ke bangunan yang ketinggiannya minimal 20 meter," ujar Agus menjelaskan prinsip 20-20-20.
Adapun proses evakuasi dengan memilih gedung tinggi meski dekat pantai pun tidak menjadi kendala, asalkan bangunan tersebut masih berdiri kokoh setelah gempa berhenti.
Agus mengungkapkan, ciri-ciri bangunan yang mempunyai kualitas tahan gempa yang baik adalah bangunan yang sudah diperiksa dan diuji oleh pihak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
"Jadi bangunan-bangunan yang sudah dites yang dibangun dengan kekuatan tahan gempa, tidak sembarang bangunan," ujar Agus.
Selanjutnya, Agus juga mengimbau masyarakat untuk selalu siap siaga menghadapi bencana tersebut.
Untuk mendapat informasi mengenai becana, masyarakat bisa menggunakan aplikasi InaRISK melalui https://inarisk.bnpb.go.id.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/ilustrasi-tsunami_20181002_222804.jpg)