Jabatan Hilman Wahyudi sebagai Ketua KPU Cianjur Dicopot, Dinilai Lalai Gelar Pemilu Serentak

Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu mencopot jabatan Hilman Wahyudi sebagai ketua KPU Cianjur

Jabatan Hilman Wahyudi sebagai Ketua KPU Cianjur Dicopot, Dinilai Lalai Gelar Pemilu Serentak
tribunjabar/ferri amiril mukminin
Saeful Anwar pengadu KPU Cianjur ke DKPP memperlihatkan hasil sidang 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu mencopot jabatan Hilman Wahyudi sebagai ketua KPU Cianjur dan divisinya. Satu komisioner lainnya mendapat peringatan keras dan tiga lainnya mendapat peringatan.

Keputusan tersebut dijatuhkan setelah serangkaian sidang dilakukan dengan adanya dasar dari pengadu Forum Masyarakat Peduli Demokrasi Cianjur, Saeful Anwar.

"Saya sebagai warga Cianjur melihat pelaksanaan pemilu serentak kemarin ada yang tak sesuai mekanisme baik menurut Undang-undang KPU maupun Bawaslu," ujar Saeful di Cugenang, Kamis (18/7/2019).

Menurut Saeful, laporan aduan yang ia buat ke DKPP setelah melihat fakta hukum tak hanya surat suara yang terlambat tapi juga ada yang tertukar dan berdampak kerugian bagi peserta calon.

"Saya mengadukan ke DKPP Jakarta untuk dilakukan proses etik, ada delapan hal yang dilakukan pembuktian, apakah memenuhi unsur atau tidak, setelah itu DKPP merespons lalu diadakan sidang DKPP di Bandung," kata Saeful.

Senggolan di Acara Pernikahan Berbuntut Perkelahian Maut, Abdul Wahid Tewas Bersimbah Darah

Ia mengatakan pada tanggal 28 Juni ia sudah melengkapi materi aduan dan menyerahkan kesimpulan hasil dari pelaksanaan sidang.

"Baru kemarin sengaja pengadu mendengarkan apa yang menjadi keputusan finalnya," katanya.

Ia mengatakan, hasilnya dari 13 perkara yang digelar di DKPP aduan dari Cianjur dikabulkan dan sanksi yang diberikan Ketua KPU dicopot dari jabatan sebagai ketua dan divisinya, sanksi lainnya mendapat peringatan.

Ia berharap dengan adanya hasil keputusan dari DKPP, proses pemilu ke depan di Cianjur harus semakin baik, kalau penyelenggara bisa tak ada unsur berat sebelah sesuai dengan aturan pemilu Cianjur akan lebih baik.

Iring-iringan Pemakaman Mayor Tan Tjin Kie Capai 2 Kilometer, Jalanan Dipenuhi Orang

"Kemarin itu ada hak pemilih yang dicederai, ada pemilih yang tak terakomodir oleh penyelenggara pemilu akibat kelalaiannya," katanya.

Ia mengatakan, poin kesalahan KPU yang ia adukan ke DKPP adalah berani mengeluarkan perintah untuk membuka surat suara di satu kecamatan dan menyuplai untuk kecamatan yang kurang.

Penulis: Ferri Amiril Mukminin
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved