Dampak Kemarau, Harga Cabai di Tasikmalaya Semakin 'Pedas'

Di Pasar Induk Cikurubuk Tasikmalaya, para pedagang mengaku kenaikan harga cabai terus semakin 'pedas' selama dua bulan terakhir.

Dampak Kemarau, Harga Cabai di Tasikmalaya Semakin 'Pedas'
Tribun Jabar/Isep Heri
Kios penjualan cabai di pasar Induk Cikurubuk Tasikmalaya, Kamis (11/7/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isep Heri

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA- Musim kemarau berdampak pada kenaikan harga sejumlah komoditas.

Satu di antara sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan ialah cabai yang harganya makin 'pedas'.

Di Pasar Induk Cikurubuk Tasikmalaya, para pedagang mengaku kenaikan harga cabai terus semakin 'pedas' selama dua bulan terakhir.

Di kios Yaya di Blok B1 di antaranya, cabai rawit dijual seharga Rp 55 ribu, cabai kriting hijau dijual Rp 30 ribu, dan cabai hijau dijual seharga Rp 25 ribu, masing-masing per kilogram.

Harga termahal dilabelkan pada cabai merah besar lokal yang dijual Rp 63 ribu per kilogram dan cabai merah besar Jawa yang dijual Rp 58 ribu tiap kilogram.

"Semua jenis cabai naik dua kali lipat dari harga sebelumnya. Terus naik, enggak turun-turun," Kata Yaya (55) saat ditemui Tribun Jabar, Kamis (11/7/2019).

Harga Cabai Rawit Mahal, Pembeli di Indramayu Serbu Cabai Ceplik

Harga Cabai Rawit di Indramayu Capai Rp 70 Ribu per Kg, Pedagang Sebut Lebih Pedas Tahun Lalu

Menurutnya kenaikan harga cabai itu karena beberapa petani cabai gagal panen terdampak kemarau.

"Pasokan juga sedikit, karena kata bandarnya banyak petani gagal panen. Maklum lagi halodo (kemarau)," ujarnya.

Berbeda dengan harga cabai yang terus naik, sejumlah komoditi justru turun harga.

Komoditi yang turun harga tersebut di antaranya tomat dan bawang.

Di Pasar Cikurubuk tomat dijual seharga Rp 7 ribu, mengalami penurunan sebesar Rp 3 ribu. Sebelumnya dujual seharga Rp 10 ribu.

Kemudian bawang putih dari sebelumnya dijual Rp 40 ribu, sekarang dijual Rp 35 ribu tiap kilogram.

Lalu bawang merah sebelumnya seharga Rp 28 ribu, sekarang Rp 24 ribu per kilogram.

Penulis: Isep Heri Herdiansah
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved