Dana PKH Diduga Disalahgunakan Oknum Puskesos, Warga Protes ke Kantor Desa Jelegong

Protes dilayangkan terkait dana PKH milik mereka yang hilang dan diduga dicatut oleh oknum seorang pengurus Puskesos tersebut.

Dana PKH Diduga Disalahgunakan Oknum Puskesos, Warga Protes ke Kantor Desa Jelegong
Tribunjabar/Mumu Mujahidin
Warga mendatangi kantor Desa Jelegong mempertanyakan dana PKH 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mumu Mujahidin

TRIBUNJABAR.ID, KUTAWARINGIN - Puluhan keluarga penerima manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) memprotes pengurus Pusat Kesejahteraan Sosial (Pukesos) Desa Jelegong, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, di Kantor Desa Jelegong, Rabu (10/7/2019).

Protes dilayangkan terkait dana PKH milik mereka yang hilang dan diduga dicatut oleh oknum seorang pengurus Puskesos tersebut.

Seorang penerima manfaat, Dini (36) dari RT 02/12 Desa Jelegong mengatakan, kejadian tersebut berawal dari buku dan kartu PKH miliknya serta sejumlah PKM lain yang sebelumnya sempat dipegang oleh oknum pengurus Puskesos.

Awalnya tahun Dini menerima dana sebesar RP 265 ribu. Dana tersebut merupakan saldo Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Dini mengaku curiga karena sampai beberapa hari lalu dana PKH tahap pertama 2019 miliknya tak kunjung disampaikan.

"Melihat yang lain sudah cair saya menanyakan ke orang puskesos dan meminta kartu PKH milik saya. Dia akhirnya memang memberikan kartu tersebut tetapi sempat marah-marah dan sampai sekarang belum memberikan nomor PIN kartu saya," tutur Dini di Kantor Desa tadi siang.

Untuk lebih memastikan, Dini kemudian membawa kartu itu ke pihak bank untuk melakukan konfirmasi. Dini mengaku kaget saat dicek ke bank ternyata sudah ada saldo yang masuk sebesar Rp 1,1 juta.

"Ternyata benar sudah ada dana masuk Rp 1,1 juta, tetapi sudah ada yang mencairkan dan tidak disampaikan kepada saya," katanya.

SBMPTN 2019 Universitas Siliwangi Tasikmalaya, Prodi Manajemen Banyak Peminat

Hal senada juga diungkapkan oleh Wini (35) penerima manfaat di RT 03/12. Rini mengaku pada awalnya ia pun menerima dana saldo BPNT 2018 sebesar Rp 265.000 dari pengurus puskesos. Namun ketika dana PKH 2019 cair, ia hanya menerima Rp 1 juta padahal seharusnya ia menerima Rp 1,45 juta.

"Sama kartu PKH saya dipegang oleh pengurus ketika pencairan dana PKH 2019. Sekarang sudah di saya tapi saya juga tidak menerima nomor PIN nya," katanya.

Halaman
12
Penulis: Mumu Mujahidin
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved