Kamis, 14 Mei 2026

Inspiratif, 3 Mahasiswa Unpad Ini Teliti Senyawa Antikanker dari Jamur

Tiga mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung meneliti senyawa antikanker yang berasal dari jamur.

Tayang:
Penulis: Syarif Pulloh Anwari | Editor: Theofilus Richard
ISTIMEWA
Ketiga mahasiswa Unpad yang meneliti senyawa antikanker dari jamur Emilia Vivi Arsita (FMIPA), Tirza Ecclesia Orowitz (Farmasi), dan Melinda Aulia Rachmawati (FMIPA) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Syarif Pulloh Anwari

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Tiga mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung meneliti senyawa antikanker yang berasal dari jamur.

Ketiga mahasiswa itu adalah Emilia Vivi Arsita (FMIPA), Tirza Ecclesia Orowitz (Farmasi), dan Melinda Aulia Rachmawati (FMIPA), dengan dosen pembimbing Dra. Asri Peni Wulandari M. Sc.

Penelitian ini merupakan bagian dari proyek ketiganya untuk Program Kreativitas Mahasiswa Penelitian Eksakta (PKM-PE).

Menurut anggota tim, Emilia atau sering disapa Vivi ini menuturkan bahwa penelitian terkait terkait senyawa antikanker yang berasal dari jamur ini sudah ada dari tahun 2012.

Namun saat itu, penelitian berfokus pada antimikroba bukan untuk antikanker yang dihasilkan dari jamur tersebut.

"Kebetulan penelitian memang sudah panjang, bukan mulai dari saya, ini sudah dari kakak tingkat saya sebelumnya, sekitar tahun 2012," ujarnya Vivi kepada Tribun Jabar melalui sambungan telepon, Sabtu (6/7/2019).

Berjuang Melawan Kanker dan Tetap Bekerja, Begini Riwayat Penyakit Kanker Paru-paru Sutopo

Jamur itu jenis Cladosporium sp berhasil didapat dari rumput laut Sargassum cinereum yang berasal dari Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu.

Sebelumnya, jamur ini banyak diteliti sebagai antimikroba.

"Jamur di situ bisa tumbuh ada empat spesies jamur yang tumbuh. Awal penelitian karena mikrobiologi lebih cenderung ke antimikroba untuk TBC, terus berkembang lagi. Untuk level bakteri sudah baik anti mikrobanya. Ternyata dari keempat spesies jamur itu ada satu yang potensinya lebih besar dilanjutkan ke antikanker, yaitu jamur Cladosporium sp, dan dilanjutkan sampai saya sekarang," ujarnya.

Penelitian senyawa antikanker dari jamur
Penelitian senyawa antikanker dari jamur (ISTIMEWA)

Vivi mengatakan, jamur ini berbeda dari jamur yang biasa kita makan. Jamur ini merupakan mikrojamur yang tumbuh bersama dengan rumput laut tersebut.

Dalam penelitiannya, metabolit sekunder jamur Cladosporium dijadikan ekstrak lalu dipaparkan pada sel kanker payudara MCF-7.

Hasilnya, diketahui bahwa ekstrak tersebut memiliki sifat toksik sehingga menghambat ketahanan hidup sel kanker payudara MCF-7 dan berpotensi sebagai antikanker.

Namun, menurut Vivi, potensi yang sudah ada perlu dikaji lebih jauh lagi, mengombinasikan senyawa antikanker dengan obat kemoterapi.

"Kami mencobanya ke sel kanker, jadi prefer-nya untuk pengobatan, jamur harus dikombinasikan lagi, karena potensinya dari kajian ini dia (jamur) bisa dikombinasikan dengan kemoterapi, mengarahnya kesana," ujarnya

Vivi mengaku, penelitian yang dilakukan bersama kedua temannya ini sudah berjalan hampir lima bulan sejak bulan Maret 2019.

Hasil dari penelitian yang dilakukan Emilia dan timnya, mendapat pendanaan dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi tahun 2019.

Judul penelitian yang mereka angkat yaitu “EKS-PACTOR : Ekspresi Gen Apoptosis MCF-7 Sel Kanker Payudara Terhadap Ekstrak Cladosporium”.

Ia berharap penelitian yang sudah dilakukan bisa menginspirasi mahasiswa lainnya dan mengembangkan dengan tren pengobatan seperti nanoteknologi.

"Semoga bisa menginspirasi peneliti dan teman mahasiswa lainnya untuk mengkaji kekayaan alam Indonesia, khususnya dalam pencarian senyawa antikanker untuk penelitiannya. Harapannya, bisa terus diteliti lagi potensi dan pengembangannya atau dikombinasikan dengan tren pengobatan saat ini seperti nanoteknologi," ujarnya.

Demi Istri dan Anak Bertahan Hidup, Pria Ini Tak Lanjutkan Pengobatan Kanker

Astronot Terpapar Radiasi Tinggi di Luar Angkasa Rawan Kena Kanker? Berikut Penjelasannya

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved