Curug Jompong di Nanjung Selesai 80 Persen, Andir akan Jadi Danau Retensi

Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan penanganan banjir yang kerap melanda kawasan sekitar Sungai Citarum di selatan Bandung terus dilakukan.

Curug Jompong di Nanjung Selesai 80 Persen, Andir akan Jadi Danau Retensi
Infografis Terowongan Membedah Jompong 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, M Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan penanganan banjir yang kerap melanda kawasan sekitar Sungai Citarum di selatan Bandung terus dilakukan.

Pembangunan terowongan air di sekitar Curug Jompong di Nanjung, Kabupaten Bandung, pun sudah mencapai 80 persen.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memastikan penanganan banjir di selatan Bandung tersebut tidak dapat tuntas dengan hanya membangun satu kolam retensi seperti yang sudah dilakukan di Cieunteung Baleendah. Pemerintah, katanya, terus berupaya menanganinya dari berbagai faktor.

"Salah satunya pembangunan terowongan Nanjung, sudah 80 persenan. Kalau tidak ada halangan, November ini selesai, sehingga bisa digunakan," kata gubernur yang akrab disapa Emil ini seusai memimpin rapat koordinasi revitalisasi Sungai Citarum di Gedung Sate, Jumat (5/7).

Progres Pembangunan Terowongan Curug Jompong Sudah Mencapai 45 Persen dan 20 Persen

Terowongan atau tunnel ini, katanya, akan mengurangi pelambatan aliran air saat banjir terjadi. Pembangunan tunnel ini adalah salah satu dari beberapa upaya yang dilakukan pemerintah dalam mengatasi banjir di selatan Bandung.

Hal lain yang tengah dikerjakan pemerintah, katanya, adalah pembangunan danau retensi di kawasan Andir di Dayeuhkolot. Danau retensi ini akan membantu fungsi danau retensi di Cieunteung yang sudah rampung.

"Kalau tidak ada halangan, pembebasan lahan danau retensi sebesar 5,6 hektare di Andir akan dieksekusi segera," katanya.

Pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum pun, katanya, tengah melakukan pengerukan sedimentasi Sungai Citarum. Pengerukan dilakukan semaksimal mungkin pada musim kemarau ini.

Motor Listrik yang Dibeli Ridwan Kamil Rp 35 Juta Sudah Berlisensi, Cas 1 Jam Bisa Jalan 80 Km

Sebelumnya diberitakan, dibutuhkan tujuh danau retensi di sekitar Sungai Citarum untuk mengatasi banjir yang kerap melanda kawasan selatan Bandung. Selain di Gedebage dan Cieunteung yang tengah dibangun, lima danau retensi lainnya rencananya akan dibangun di Baleendah dan Dayeuhkolot.

Danau-danau retensi akan dibuat di daerah yang memiliki tingkat elevasi yang rendah dan dibuat di dekat kawasan yang sering tergenang banjir. Dengan demikian, saat banjir terjadi, air dapat dengan cepat masuk ke kolam retensi dan langsung dipompa ke Citarum.

Untuk mengatasi banjir di Rancaekek, pemerintah sedang melakukan normalisasi Sungai Cimande, Cikijing, dan Cikeruh, yang masih berlanjut sampai 2019. Untuk membebaskan lahan di Upper Citarum dan tiga sungai di Rancaekek tersebut, pemerintah menganggarkan tambahan Rp 110 miliar.

Kemudian pemerintah pun membangun sodetan atau Floodway Sungai Cisangkuy. Selain proyek di Rancaekek, Gedebage, Cieunteung, dan Cisangkuy, BBWS Citarum pun tengah membangun terowongan air di sekitar Curug Jompong. Rencananya proyek ini selesai 2019. (Sam)

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved