Rumah Antik di Sumedang Ini Dijadikan Cagar Budaya, Pemkab Sumedang Justru Diancam Dipidanakan

Rumah antik di Jalan Geusan Ulun No.150 ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya oleh Pemkab Sumedang, namun Pemkab Sumedang justru diancam ini

Rumah Antik di Sumedang Ini Dijadikan Cagar Budaya, Pemkab Sumedang Justru Diancam Dipidanakan
ISTIMEWA
Rumah antik di Jalan Geusan Ulun No.150 ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya oleh Pemkab Sumedang. 

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Rumah antik di Jalan Geusan Ulun No.150 ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya oleh Pemkab Sumedang.

Terkait penetapan tersebut, tim kuasa ahli waris rumah tersebut, Jandri Ginting, berecana mempidanakan Pemerintah Kabupaten Sumedang. Alasannya, penetapan rumah antik tersebut dinilai dilakukan secara sepihak.

Rumah antik tersebut ditetapkan melalui SK Bupati nomor :646 /Kep.500/Disparbudpora /2017.

Jandri Ginting menilai, penetapan status rumah antik tersebut sebagai bangunan cagar budaya bukan atas nama ahli waris, bahkan ahli waris mengaku tidak diberitahu sebelumnya.

"Tidak diberitahu atau bahkan meminta izin sebelumnya kalau rumah itu ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya," ujar Jandri Ginting ketika dihubungi via ponsel, Jumat (28/6/2019).

Status rumah tersebut sebelumnya, Jandri Ginting melanjutkan, merupakan milik pribadi. Sayangnya, saat penetapan bangunan sebagai cagar budaya, pemilik tak mendapatkan pemberitahuan apapun.

Karena itulah, lanjutnya, pihaknya meminta pada Pemkab Sumedang untukm mencabut SK penetapan tersebut. Pihaknya pun sudah mengirimkan surat permohonan pencabutan SK, namun belum juga mendapat tanggapan.

"Bahwa akibat penetapan sepihak Pemkab Sumedang ,ahli  waris  tidak  bisa  menikmati warisan rumah  tersebut, tidak bisa menjual rumah tersebut," ujar Jandri.

Dirinya mengatakan, pihaknya sudah mengajukan kembali surat permintaan pembatalan SK dan ditujukan ke Bupati Sumedang.

Lewat pengajuan surat tersebut, koordinasi pun sudah dilakukan. Sayangnya, hingga saat ini belum ada keputusan apapun terkait status rumah antik tersebut.

Jandri mengklaim, sebetulnya rumah antik tersebut tidak memiliki sejarah, rumah tersebut bahkan tidak pernah dijadikan rumah singgah oleh tokoh nasional manapun. selain itu, kondisi ahli waris pun nampak memprihatinkan.

"Rumah itu dibangun oleh pemiliknya dengan bangunan unik dan antik untuk saat ini, dulu di kawasan ini banyak bangunan antik, tapi sekarang sudah banyak berubah," ujarnya.

Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved