PPDB SMA di Jabar

Demi Bersekolah di SMA Favorit di Bandung, Pendaftar PPDB SMA Pakai KK Beralamat Kantin SMP

Ada indikasi penyimpangan dalam Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) SMA di Kota Bandung. Pendaftar pakai kartu keluarga beralamat kantin SMP.

Demi Bersekolah di SMA Favorit di Bandung, Pendaftar PPDB SMA Pakai KK Beralamat Kantin SMP
Tribun Jabar/Syarif Pulloh Anwari
Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMA Negeri 1 Kota Bandung, Senin (17/6/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Syarif Pulloh Anwari

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Ada indikasi penyimpangan dalam Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) SMA di Kota Bandung.

Indikasi penyimpangan itu adalah adanya temuan Kartu Keluarga (KK) yang beralamat kantin sekolah yang jaraknya dekat dengan SMA yang dituju.

Forum Aksi Guru Indonesia (FAGI) mengindikasi temuan kartu KK tersebut sebagai upaya menyiasati aturan zonasi dalam PPDB SMA 2019.

Ketua FAGI, Iwan Hermawan mengatakan penyalahgunaan KK yang ditemukan itu menggunakan alamat SMP yang berada di Jalan Sumatra No 42 Kota Bandung yang merupakan alamat SMPN 2 Bandung.

"Saya menemukan, saya dapat laporan ada beberapa sekolah favorit yang berdekatan dengan SMA favorit, menerima KK, ada KK yang alamatnya SMP 2 Bandung, dengan nempel ke kantin. Ini hasil dari lacakan teman-teman tim investigasi di SMA 3 Bandung. Ada beberapa (calon) siswa alamatnya di SMPN 2 Bandung, pas dilacak alamat kantin," ujar Iwan Hermawan saat ditemui Tribun Jabar di SMA 9 Bandung, Selasa (18/6/2019).

PPDB Jalur Prestasi SMA Favorit di Kota Bandung Sepi Pendaftar, Ini Penyebabnya

Membeludak, Pendaftar PPDB di SMA Negeri 9 Bandung Hingga Malam Hari, Sekolah Tak Bisa Menolak

Iwan Hermawan menjeskan meskipun penemuan Kartu Keluarga itu merupakan Asli tapi Palsu (Aspal), ada orang ketiga untuk membuat itu.

"Jumlahnya sudah banyak laporan laporan, penyalahgunaan surat surat perpindahan orangtua, ada laporan yang mengatakan KK aspal, sertifikat aspal. Ini bukan kepalsuan tapi ini aspal, kalau aspal ada orang ketiga yang membuatkan persis, tetapi dengan imbalan tertentu bisa membuat itu," ujarnya.

Selain itu, Iwan juga mendapati laporan ada satu rumah di Jalan Sumatra, Kota Bandung yang dihuni 11 KK secara tiba-tiba.

Kantin SMP yang menjadi alamat kartu keluarga untuk mendapaftar SMA favorit di Kota Bandung.
Kantin SMP yang menjadi alamat kartu keluarga untuk mendapaftar SMA favorit di Kota Bandung. (Tribunjabar.id/Syarif Pulloh Anwari)

Iwan menuturkan adanya laporan penyalahgunaan tersebut merupakan salahsatu dampak negatif adanya sistem zonasi itu.

Menurutnya meskipun pendaftaran PPDB SMA itu ada jalur lain seperti jalur zonasi kombinasi yang berdasarkan zonasi/jarak dan nilai serta jalur lain seperti prestasi dan perpindahan orangtua.

Banyak yang Mengeluhkan Kekurangan Sitem Zonasi PPDB SMA, Tapi Orangtua Siswa Ini Merasa Diuntungkan

Sementara itu, dengan adanya penyalahgunaan KK aspal ini, pihak kepolisian dan inspektorat Jawa Barat ataupun Kota Bandung mestinya menyelediki kasus ini.

"Saya mohon pihak kepolisian melakukan penyelidikan tentang persoalan yang seperti KK aspal dan kepada inspektorat baik kota bandung maupun jawa barat ya kalau memang ada KK seperti itu nebeng di kantin, nebeng di kantin sekolah itu pasti ada orang yang membuat KK. Berarti dia bisa Kak ganda, misalnya rumah sebenarnya di Rancaekek, tapi dia punya KK di smp 2 bandung, itu lan KK ganda pelanggran pidana," ujarnya.

Penulis: Syarif Pulloh Anwari
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved