Arus Balik Lebaran 2019

Ridwan Kamil Menilai Arus Mudik Tahun Ini Lebih Baik, Jalur Nagreg-Limbangan Jadi Catatan

Arus mudik di Jawa Barat tahun ini disebut lebih baik dibanding tahun lalu. Jalur selatan dari Nagreg sampai Gentong menjadi catatan.

Ridwan Kamil Menilai Arus Mudik Tahun Ini Lebih Baik, Jalur Nagreg-Limbangan Jadi Catatan
Tribun Jabar/Hakim Baihaqi
Kemacetan yang terjadi di jalur selatan Jawa Barat, Jalan Raya Nagreg, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung, mengular hingga Jalan Raya Bandung-Garut, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Kamis (6/6/2019). 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengklaim pelaksanaan arus mudik Lebaran 2019 lebih baik jika dibandingkan dengan tahun lalu.

Namun demikian, gubernur menyebut hambatan di jalur selatan Jabar, yakni Nagreg-Limbangan masih menjadi catatan untuk evaluasi demi kelancaran mudik tahun depan.

Gubernur yang akrab disapa Emil ini mengatakan angka kecelakaan lalu lintas bisa ditekan secara signifikan pada tahun ini. Angka kecelakaan di Jabar selama masa mudik terjadi sebanyak 400 insiden, dengan korban sebanyak 97 jiwa.

"Angka kecelakaan dan yang meninggal dunia masih ada, saya turut berduka. Tapi secara statistik, kecelakaan tahun lalu itu sekitar 1.000 kecelakaan, dan yang meninggal dunia tahun lalu 227 orang. Sudah berkurang jauh," katanya di Gedung Sate, Senin (10/6/2019).

Hal ini ia sebut tidak terlepas dari evaluasi konsep kebijakan yang terlaksana dengan baik, seperti pemberlakuan one way, penutupan rest area saat penuh, serta larangan truk barang untuk beroperasi.

Jumlah kendaraan yang melintas di jalan tol ke arah Jakarta maupun sebaliknya pun meningkat tajam, sekaligus semakin berkurangnya jumlah pemudik pengguna kendaraan roda dua.

"Meski demikian, ada hal yang masih perlu dibahas mendalam, khususnya terkait pembenahan di jalur Priangan Timur yang masih menjadi sumber kemacetan," katanya.

Untuk itu, Emil mengatakan tahun ini berencana segera melelang jalur baru untuk tol Bandung-Garut-Tasikmalaya.

"Kalau tol itu hadir, suatu hari dalam waktu yang tidak terlalu lama, solusi untuk jalan Priangan Timur alternatif terselesaikan," katanya.

Kepala Dinas Perhubungan Jabar, Hery Antasari, mengatakan kebijakan pelarangan truk barang beriperasi di jalur mudik diperpanjang hingga 12 Juni. Ia memastikan, hal ini tidak akan berpengaruh banyak terhadap masalah distribusi logistik.

"Diperpanjang jadi tanggal 12 (Juni) karena pertimbangan Kakorlantas. Saya kira enggak jadi masalah. Ini sudah dipertimbangkan oleh dirjen. Jadi tidak ada masalah logisitk," ujarnya.

Meski Arus Balik Sudah Lewat,Kepadatan Kendaraan di Nagreg Masih Akan Terjadi pada Akhir Pekan Ini

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: taufik ismail
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved