Dugaan Kekerasan Anggota Brimob di Dekat Masjid Al-Huda Tanah Abang, Propam Periksa Saksi di TKP

Tindak kekerasan yang diduga dilakukan anggota Brimob itu terjadi di dekat Masjid Al-Huda, Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Dugaan Kekerasan Anggota Brimob di Dekat Masjid Al-Huda Tanah Abang, Propam Periksa Saksi di TKP
KOMPAS.com/Devina Halim
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Humas Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (14/5/2019). 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA- Terkait dugaan aksi kekerasan anggota Brimob di dekat Masjid Al-Huda, Tanah Abang,  Propam Mabes Polri tengah memeriksa sejumlah saksi di tempat kejadian.

Tindak kekerasan yang diduga dilakukan anggota Brimob itu terjadi di dekat Masjid Al-Huda, Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat. 

Peristiwa itu bermula dari sejumlah polisi yang berusaha mengamankan 11 perusuh yang diduga terlibat kerusuhan di depan Bawaslu pada aksi 22 Mei.

Para perusuh itu dikejar hingga ke dekat Masjid Al-Huda.  Pengejaran ini sempat terekam dalam video. 

"Propam sudah proaktif, sudah memeriksa beberapa saksi yang ada di TKP (tempat kejadian perkara," ujar Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo, di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (28/5/2019). 

Selain itu, Dedi Prasetyo mengatakan korban dalam dugaan penganiayaan yang juga perusuh, Andri Bibir, telah dimintai keterangan. 

Massa Diduga Perusuh Aksi 22 Mei Terekam CCTV: Turun dari Ambulans, Dapat Amplop, Lari ke Pusat Demo

VIDEO CCTV Detik-detik Massa Keluar dari Ambulans saat Kerusuhan 22 Mei

Andri Bibier tersangka dugaan provokator aksi 22 Mei kemarin
Andri Bibier tersangka dugaan provokator aksi 22 Mei kemarin (Tribunnews.com/Vincentius Jyestha)

Dedi Prasetyo itu menyebut hasil dari keterangan akan dipaparkan setelah semua pemeriksaan selesai.

"Korban si Andri Bibir, itu sudah dimintai keterangan. Nanti kalau sudah selesai semua pemeriksaannya akan disampaikan," kata dia. 

Apabila ada polisi yang terbukti melakukan pelanggaran, Dedi Prasetyo menyebut pihaknya dapat menjatuhkan sanksi.

Sanksi itu bisa berupa sanksi disiplin, kode etik profesi, ataupun pidana. 

Halaman
12
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved