Rabu, 3 Juni 2026

Pedagang di Pasar Baru Majalaya "Keukeuh" Tolak Wacana Relokasi

Pedagang di Pasar Baru Majalaya, Kabupaten Bandung, menolak wacana direlokasi Pasar Sehat Sabilulungan Majalaya

Tayang:
Penulis: Hakim Baihaqi | Editor: Tarsisius Sutomonaio
Tribun Jabar/Hakim Baihaqi
Pasar Majalaya Baru di Kabupaten Bandung yang tampak kumuh karena gundukan sampah dan kondisi becek. 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Pedagang di Pasar Baru Majalaya, Kabupaten Bandung, menolak wacana pemerintah setempat yang merelokasi para pedagang  ke Pasar Sehat Sabilulungan Majalaya di Jalan Anyar.

Para pedagang khawatir relokasi terealisasi akan menimbulkan kerugian, lantaran Pasar Sehat Sabilulungan Majalaya tidak berada di pusat keramaian Kecamatan Majalaya dan dianggap tidak strategis.

"Jauh juga kalau dipindahkan, terus di daerah sana juga belum terlalu ramai, karena kanan kiri masih sawah," kata seorang pedagang, Ujang Saepuloh (56) di Pasar Baru Majalaya, Jalan Cipaku, Kabupaten Bandung, Selasa (14/5/2019).

Ia mengatakan, pada 2016 para pedagang pasar di Kecamatan Majalaya pernah mengikuti kegiatan sosialisasi yang diadakan pemerintah, dalam sosialisasi tersebur pedagang direncanakan menempati Pasar Sehat Sabilulungan Majalaya pada 2018.

Di sekitar Pasar Sehat Sabilulungan Majalaya, kata Ujang, terdapat swalayan modern dan pasar kaget Minggu, dikhawatirkan menurunkan minat pembeli di pasar tradisional.

"Kenapa harus pindah di tempat tidak strategis? Tidak kasihan pemerintah kepada rakyat kecil," katanya.

Ini Perolehan Suara Artis yang Nyaleg untuk DPR RI di Jabar, Ada yang Suaranya Banyak tapi Tak Lolos

Warga Keluhkan Pasar Baru Majalaya Kumuh dan Semrawut, Mau Belanja Harus Berjalan Tertatih-tatih

Berdasarkan informasi, para pedagang di Pasar Majalaya dan Pasar Stasion Majalaya akan direlokasi ke Pasar Sehat Sabilulungan (PSS) di Jalan Anyar, Desa Majakerta, Kecamatan Majalaya.

PSS Majalaya di Jalan Anyar, Desa Majasetra, Kecamatan Majalaya, yang direncanakan selesai pada 2018, tampak terbengkalai serta tidak menunjukkan adanya aktivitas.

Pagar seng berwarna biru yang digunakan sebagai tanda adanya pembangunan pasar senilai 200 milyar ini dan dibangun di atas lahan seluas 49.524 meter.

Saat memasuki ke dalam lokasi proyek, tiga bangunan yang nantinya akan menjadi tempat jual beli dalam kondisi setengah jadi, hal itu terlihat tiang penyangga masih terpasang di kontruksi bangunan.

Material yang menjadi untuk bahan bangunan gedung pasar pun tampak berserakan di hampir seluruh titik gedung yang nantinya akan menjadi tempat relokasi bagi para pedagang di Kecamatan Majalaya.

Rumput ilalang yang tumbuh secara liar hingga dua meter di lokasi proyek pembangunan, tampak memperlihatkan suasana sepi dan tidak adanya aktivitas pekerja yang akan merampungkan pembangunan tersebut.

Rutan Perempuan Dibangun di Sukamiskin, Biaya Awal Rp 26 Miliar, 1 Kamar Dihuni 14 Tahanan

KAI Beri Harga Spesial untuk Mudik & Balik, Eksekutif Mulai Rp 150 Ribu, Perjalanan 26 Mei-16 Juni

Pembeli mengeluh

Warga Kecamatan Majalaya mengeluhkan kondisi kumuh di Pasar Baru Majalaya, Jalan Cipaku.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved