Pemilu 2019

Sandiaga Uno, Fahri Hamzah, & Fadli Zon Turut Tanggapi Pernyataan Hendropriyono Soal Keturunan Arab

Dari mulai Sandiaga Uno, Fadli Zon, hingga Fahri Hamzah, ikut menanggapi pernyataan Hendropriyono.

Penulis: Yongky Yulius | Editor: Widia Lestari
Kolase Tribun Jabar (Tribunnews/Irwan dan Kompas/Yoga)
Mantan Kepala BIN, AM Hendropriyono 

TRIBUNJABAR.ID - Beberapa politikus turut menanggapi pernyataan Mantan Kepala Badan Intelijen Negara AM Hendropriyono yang mengingatkan agar para WNI keturunan Arab jangan jadi provokator.

Dari mulai Sandiaga Uno, Fadli Zon, hingga Fahri Hamzah, ikut menanggapi pernyataan Hendropriyono.

Fahri Hamzah menilai, pernyataan yang dilontarkan oleh Hendropriyono bernuansa rasialisme.

Seharusnya, kata dia, Hendropriyono tak menyatakan hal itu mengingat dia merupakan seseorang yang dihormati.

Fahri Hamzah di  Lapas Kelas I Sukamiskin Bandung, Sabtu (28/7/2018).
Fahri Hamzah di Lapas Kelas I Sukamiskin Bandung, Sabtu (28/7/2018). (Tribun Jabar/Daniel Andreand Damanik)

"Saya sedih, karena orang tua, senior seperti beliau tidak seharusnya dia membuat pernyataan yang bernuansa rasialisme. Itu sebenarnya ada deliknya itu. Undang-Undang anti diskriminasi ras dan etnis. Dia tidak boleh melakukan itu. Saya menyayangkan itu. Dia tidak boleh melakukan itu," kata Fahri Hamzah di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (7/5/2019), dilansir dari Tribunnews.

Fahri Hamzah lebih lanjut mengatakan, Indonesia telah memiliki Undang-Undang khusus agar tidak ada diskriminiasi SARA.

Prabowo Subianto Duduk Sejajar AM Hendropriyono di Peringatan Ulang Tahun Kopassus ke-67

Dia pun menganjurkan Hendropriyono minta maaf kepada bangsa Indonesia.

"Kita sudah memproduksi pasal-pasal dalam konstitusi, dan undang-undang khusus supaya tidak ada diskriminasi SARA itu. Kok tiba-tiba beliau yang mengungkapkan itu. Itu tidak baik. Saya kira dia harus minta maaf kepada bangsa Indonesia kalau dia dalam usia seperti itu masih melakukan perbuatan yang sangat tidak layak," kata Fahri Hamzah.

Tanggapan Fadli Zon

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Fadli Zon.
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Fadli Zon. (Tribunnews.com/Fransiskus Adhiyuda)

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon juga turut menanggapi pernyataan Hendropriyono.

Fadli Zon menganggap, ucapan Hendropriyono itu ditujukan kepada pimpinan Front Pembela Islam Rizieq Shihab.

Kendati demikian memang awalnya Hendropriyono tak menyebut nama.

"Jangan hanya karena perbedaan pendapat kemudian menyudutkan bahkan cenderung rasialis," kata Fadli Zon di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa dikutip dari Kompas.com.

Kiprah AM Hendropriyono, Berduel dengan Komandan PGRS Hingga Terluka Kena Sabet Sangkur

Lebih lanjut, Fadli Zon mengatakan, rasialisme berbahaya.

Pasalnya, kata dia, hal tersebut bisa memecah belah masyarakat.

Tak hanya itu, Fadli Zon juga mengingatkan, keturunan Arab punya kontribusi memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

"Hampir seratus persen ketika kita berjuang kemerdekaan, mereka mendukung. Jadi mereka juga punya saham di Republik Indonesia," kata Fadli Zon.

Kata Sandiaga Uno

Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno, saat di GOR Bulungan, Jakarta Selatan, Rabu (13/2/2019)
Calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno, saat di GOR Bulungan, Jakarta Selatan, Rabu (13/2/2019) (CHRISTOFORUS RISTIANTO/KOMPAS.com)

Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno juga ikut menanggapi pernyataan Hendropriyono.

Kendati demikian, dia tak mau terlalu jauh menanggapi pernyataan yang disebut-sebut bernada SARA tersebut.

“Saya tak mau saling berbalas, Pak Hendropriyono adalah senior kita, di bulan puasa ini mari sampaikan komentar sejuk dan mempersatukan,” ungkap Sandiaga di Rumah Siap Kerja, Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa, dikutip dari Tribunnews.com.

Jejak Hendropriyono Melegenda, Ujung Tombak Pertempuran Kopassus hingga Mahaguru Para Intelijen

Masyarakat Indonesia, kata Sandiaga Uno, sudah dewasa.

Karena itu, tak akan terprovokasi dengan hal-hal semacam itu.

“Asalkan Pemilu digelar sejujur-jujurnya dan seadil-adilnya, transparan, dan bermartabat, saya kira kita tak perlu khawatir,” ujarnya.

Pernyataan Hendropriyono

Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), AM Hendropriyono di Gedung Lemhanas, Jakarta, Senin (6/5/2019).
Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), AM Hendropriyono di Gedung Lemhanas, Jakarta, Senin (6/5/2019). (Tribunnews.com/ Fransiskus Adhiyuda)

Sebelumnya, Hendropriyono mengatakan agar sejumlah WNI keturunan Arab tak jadi provokator masyarakat.

Masyarakat Indonesia, lanjut dia, sangat menghormati pemimpinnya.

Karena itu, dia mengingatkan agar WNI keturunan tak memprovokasi usai gelaran Pemilu 2019.

"Saya ingin memperingatkan bangsa indonesia, WNI keturunan Arab supaya sebagai elit yang dihormati oleh masyarakat kita, cobalah mengendalikan diri jangan menjadi provokator, jangan memprovokasi rakyat," kata Hendropriyono di Gedung Lemhanas, Jakarta, Senin (6/5/2019) dikutip dari Tribunnews.

Pasangan Prabowo-Sandiaga Uno Jadi Pemenang, Hasil Rekapitulasi Suara Pilpres 2019 di Kota Cimahi

Namun, dia menjelaskan, ucapannya itu tak bermaksud apapun apalagi bernuansa SARA.

Dia hanya khawatir, masyarakat di lapisan bawah terprovokasi ujaran dan perkataan tokoh WNI keturunan yang bisa menimbulkan perpecahan bangsa.

"Jangan memprovokasi masyarakat melakukan politik jalanan, mengajak pawai, apapun namanya kedaulatan rakyat, tapi itu dijalanan dan tidak disiplin," ujar Hendropriyono.

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved