Sabtu, 11 April 2026

Pemilu 2019

Setelah Tiga Hari Bertugas di TPS, Suhendra Jatuh Sakit dan Sering Mengamuk serta Bicara Ngelantur

Selain mengamuk, obrolan seputar TPS selalu ia keluarkan saat ada kerabat dekat yang menungguinya di rumah sakit.

Penulis: Ferri Amiril Mukminin | Editor: Ravianto

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Suhendra (35) mantan petugas TPS di Kampung Cibinong, Desa Sukajadi, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Cianjur, terpaksa diikat tangannya karena sering mengamuk di bangsal ruang Kemuning RSUD Sayang Cianjur.

Ia mengamuk setiap malam hari sejak masuk ke rumah sakit pada Sabtu (27/4) lalu. Ia mengamuk dengan cara menarik apapun yang ada di sekitarnya termasuk selang cairan infus.

Selain mengamuk, obrolan seputar TPS selalu ia keluarkan saat ada kerabat dekat yang menungguinya di rumah sakit.

Sebelum dirawat di RSUD Sayang Cianjur ia sempat dirawat di RSUD Pagelaran selama satu hari sebelum akhirnya dirujuk.

Mertua Suhendra, Eji (57), mengatakan, menantunya tersebut jatuh sakit setelah tiga hari bertugas di TPS dan diduga kelelahan sehingga memicu penyakitnya.

"Ia langsung sakit setelah bertugas di TPS, awalnya kelelahan namun belakangan ia sering memegang bagian perut dan bagian kepala," ujar Eji ditemui di ruang Kemuning, Jumat (3/5).

Eji mengatakan, hingga saat ini menantunya tersebut terkadang ngomongnya masih tak nyambung. Ia khawatir psikis menantunya tersebut terganggu karena penyakit yang dideritanya.

"Sering ngomongin seputar TPS, padahal kami ajak ngomong yang lain, baru hari ini kami buka ikatan tangannya, sejak masuk ke sini malam harinya selalu mengamuk," kata Eji.

Eji mengatakan, menantunya tersebut masuk pada Sabtu pekan lalu. Sejak masuk tersebut setiap malamnya sering mengamuk sampai dengan Kamis malam kemarin.

Pada Jumat pagi, Suhendra terlihat tenang. Maka Eki memutuskan untuk membuka ikatan tangan yang dikaitkan ke besi ranjang.

"Makanya tangannya diikat, namun sejak pagi tadi ia terlihat tenang, makanya ikatannya saya lepas khawatir lecet tangannya," ujar Eji.

Menurut Eji, menantunya tersebut kadang bicaranya masih nyambung jika ditanya sedikit berbisik oleh istrinya. Hingga saat ini ia belum mengetahui persis apa yang diderita menantunya. Ia menduga menantunya tersebut ginjal tapi dokter sudah menscan bagian kepalanya.

"Tadi kami diberi surat oleh dokter mengenai penyakitnya, tapi belum saya buka, katanya petugas dari desa mau ke sini," kata Eji.

Sementara itu Suhendra terlihat tertidur pulas. Kedua tangannya terlihat lemas saat Eji memindahkan dari pinggir ke bagian perutnya. di ruangan tempat Suhendra dirawat satu kamar ada dua pasien lainnya juga yang sedang dirawat.

Kepala ruangan Kemuning RSUD Sayang Cianjur, E Sutanto, mengatakan, bahwa hingga kemarin pasien yang dirawat yang berasal dari petugas TPS sudah ada delapan orang. Mereka datang dari berbagai daerah di Cianjur.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved