Minggu, 31 Mei 2026

Pasokan Gas Subsidi di Garut Ditambah Selama Ramadan, Normal Pasokan Capai 1,3 Juta Tabung

Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas ( Hiswana Migas) Kabupaten Garut, menyebut stok elpiji telah bertambah menjadi 314 ribu tabung per bulan.

Tayang:
Penulis: Firman Wijaksana | Editor: Dedy Herdiana
ISTIMEWA
Gas elpiji 3 kilogram 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wijaksana

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Di bulan Ramadan, pasokan elpiji subsidi di Kabupaten Garut akan ditambah.

Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas ( Hiswana Migas) Kabupaten Garut, menyebut stok elpiji telah bertambah menjadi 314 ribu tabung per bulan.

Humas Hiswana Migas Kabupaten Garut, Evi Alvian mengatakan, penambahan itu sesuai dengan meningkatnya kebutuhan di masyarakat saat bulan Ramadan. Pihaknya menjamin tak akan ada kelangkaan.

"Normalnya pasokan kita per bulan itu sebanyak 1,3 juta tabung. Tapi di Ramadan ditambah 314 ribu tabung. Jadi totalnya sebanyak 1.614.000 tabung," ujar Evi di Kantor Hiswanamigas, Kabupaten Garut, Jumat (3/5/2019).

Harga Daging Ayam Diprediksi Terus Naik Hingga H-1 Ramadan atau Munggahan

Penambahan itu, lanjutnya, karena kebutuhan masyarakat selama Ramadan juga semakin tinggi.

Dengan ditambahnya pasokan, maka per hari akan tersedia 64.560 tabung gas 3 kilogram.

Sebelum adanya penambahan, jumlah tabung gas melon per hari sudah mencapai 52 ribu.

Evi menyebut, masyarakat tak perlu khawatir dengan pasokan gas untuk kebutuhan Ramadan.

"Stok gas ini sudah cukup ideal. Terutama bagi masyarakat tidak mampu. Gas subsidi ini kan diperuntukan bagi keluarga tak mampu," katanya.

Harga Bawang Putih Meroket di Pasar Kosambi, Ini Daftar Harga Kebutuhan Pokok Menjelang Ramadan

Pihaknya pun tak henti mengingatkan agar para ASN dan masyarakat mampu tak ikut menggunakan gas subsidi.

Imbauan itu sudah sering disampaikan untuk menjaga stok tabung elpiji subsidi di lapangan.

"ASN dan warga yang mampu harus sudah beralih ke elpiji nonsubsidi. Masa masih pakai gas subsidi," ucapnya.

Selama ini di Garut tak pernah ada kelangkaan gas subsidi.

Simak! 3 Waktu Tepat Untuk Berolahraga Saat Puasa Ramadan Beserta Tips-Tipsnya

Namun yang terjadi ada keterlambatan pasokan karena persoalan teknis di lapangan.

"Barangnya kan dikirim dari Balongan (Indramayu) jadi ada hambatan di jalan kayak macet. Makanya bisa terlambat datang," ujarnya.

Mengenai harga jual, Evi menyebut Harga Eceran Tertinggi (HET) gas subsidi sebesae Rp 16 ribu dari pangkalan.

Jika ada yang menjual lebih dari itu, masyarakat berhak melaporkannya ke Pertamina.

"Nanti pangkalan bisa dikenakan sanksi administratif bahkan sampai pemutusan hubungan usaha oleh Pertamina," katanya. (firman wijaksana)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved