Hari Pendidikan Nasional
Hardiknas, Murid SDN Cikandang Sumedang Masih Harus Lewati Jembatan Apung Reyot untuk Sekolah
Namun, yang membedakan para murid sekolah dasar ini dengan murid lainnya, mereka harus melewati jalan yang berbahaya.
Penulis: Seli Andina Miranti | Editor: Theofilus Richard
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Seli Andina
TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Di Hari Pendidikan Nasional, Kamis (2/5/2019), tak ada yang berubah dari rutinitas belajar para murid di SDN Cikandang, yang terletak di Dusun Cikandang, Desa Ciranggem, Kecamatan Jatigede, Kabupaten Sumedang.
Para murid masih melakukan rutinitas berangkat sekolah, belajar di sekolah, lalu pulang ke rumah, dan bermain dengan teman.
Namun, yang membedakan para murid sekolah dasar ini dengan murid lainnya, mereka harus melewati jalan yang berbahaya.
• Bangunan SDN Pasir Kaliki Rusak, Tak Dapat Dana Rehabilitasi dari Pemerintah Karena Ini
• SDN Pasir Kaliki di Jatigede Sumedang, Ruang Kelasnya Lapuk, Mulai Lantai hingga Atap Rusak Parah
Untuk sampai ke sekolah, para murid harus menggunakan jembatan rusak yang menghubungkan rumah mereka dengan sekolah yang letaknya terhalang Waduk Jatigede.
Jembatan tersebut sudah tak layak guna dan berbahaya, berada di atas permukaan air dan hanya ditahan oleh barel-barel drum kosong.
Pegangannya pun hanya terdiri dari tali tambang saja. Selain itu, bila digunakan oleh terlalu banyak anak secara bersamaan, jembatan tersebut sedikit tenggelam ke dalam air.
Air di bawah jembatan pun tidak dangkal, warga sekitar menyebut kedalamannya berkisar antara tiga hingga lima meter.
"Tiap pergi sekolah lewat sini tiap hari, soalnya kalau engga ke sini tidak ada jalan yang dekat," ujar Fajar (10), murid kelas 4 SDN Cikandang.
• Guru SDN Pasir Kaliki Selalu Terlambat Rapat di Disdik Sumedang Karena Ini