SDN Pasir Kaliki di Jatigede Sumedang, Ruang Kelasnya Lapuk, Mulai Lantai hingga Atap Rusak Parah

Jam dinding di ruang guru SDN Pasir Kaliki menunjukkan pukul 09.30 WIB, para guru pun memanggil murid-murid yang sedang beristirahat

Penulis: Seli Andina Miranti | Editor: Ichsan
Tribunjabar/Seli Andina Miranti
SDN Pasir Kaliki di Jatigede Sumedang rusak parah, sudah lapuk 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Seli Andina Miranti

TRIBUNJABAR.ID , SUMEDANG – Jam dinding di ruang guru SDN Pasir Kaliki menunjukkan pukul 09.30 WIB, para guru pun memanggil murid-murid yang sedang beristirahat karena sudah waktunya kembali belajar.

Namun bukannya masuk lewat pintu depan kelas, para murid kelas 3 justru masuk lewat satu pintu di ruang kelas paling ujung, kemudian memasuki kelas mereka menggunakan pintu penghubung antar kelas. Sementara pintu depan kelas mereka sama sekali tak dibuka.

“Kata Bu Guru, masuknya lewat belakang saja, soalnya kalau pintu dibuka, takut temboknya jatuh ke kepala lagi,” ujar Nabila (9), murid kelas 3, salah seorang murid yang belajar di ruangan tersebut.

Pemandangan pada Selasa (30/4/2019) tersebut sudah tak asing bagi para murid dan guru di SDN Pasir Kaliki, yang terletak di Dusun Pasir Kaliki, Desa Ciranggem, Kecamatan Jatigede, Kabupaten Sumedang tersebut.

Beberapa pintu kelas tak bisa dibuka karena khawatir membuat tembok di bagian atas pintu terlepas dan rontok ke bawah, sebagian jendela pun dibiarkan tanpa kaca dan hanya ditutup papan kayu yang dipaku melintang, tentu saja jendela tersebut masih berlubang.

SDN Pasir Kaliki hanya memiliki delapan ruangan yang terdiri dari enam ruang kelas, satu ruang guru, dan toilet yang tak selalu tersedia airnya. Tak ada ruang tata usaha, perpustakaan, apalagi ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS). Di bagian tengah kompleks sekolah, terdapat lapang voli yang bagian lantainya sudah rusak bercampur tanah dan lumut.

Dulu Hidup Penuh Kepalsuan & Dituding Jadi Pelakor, Kini Bella Shofie Makin Sukses, Bisnisnya Banyak

Di SDN Pasir Kaliki ini, jangan berharap lantai keramik bersih mengilap, para murid bahkan tak bisa melepas sepatu karena lantai hanya akan mengotori kaki mereka.

Sebagian besar ruang kelas di sekolah ini lantainya masih menggunakan lantai tegel kuno berwarna hitam yang sudah retak dan terangkat di sana-sini.

Lantai yang masih lengkap hanya di bagian teras kelas, sementara di dalam ruang kelas, sebagian besar ubinnya sudah terlepas dan hanya menyisakan tanah berwarna hitam yang berdebu ketika diinjak.

Melirik ke langit-langit, para murid tak akan melihat plafon putih ataupun lampu yang bisa menerangi ruang kelas saat situasi gelap.

Sejarah Panjang Hari Buruh Internasional atau May Day yang Hari Ini Diperingati

Bagian langit-langit ruang kelas di sekolah ini plafonnya sebagian besar sudah terlepas, menyisakan pemandangan suram rangka kayu dan genting yang pecah juga berlubang di sana-sini.

Bahkan, di ruang kelas 3, bagian langit-langit sudah ditopang oleh beberapa tiang bambu agar tidak roboh dan menimpa murid yang sedang belajar.

“Ya begini kondisinya di SDN Pasir Kaliki, semua serba rusak dan lapuk,” ujar Ojo Khodijah (47), guru SDN Pasir Kaliki.

Ojo Khodijah sendiri menjadi guru kelas untuk para murid kelas 3. Setiap hari, ibu guru tersebut harus mengajar para murid di ruang kelas yang lapuk dan berdebu. Lantai tanah dan langit-langit berlubang sudah menjadi pemandangan sehari-hari untuknya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved