Lestarikan Budaya Jawa, UKM Djawa Tjap Parabola Telkom University Gelar Ludruk 'dengan Lakon Ini

Suasana kejawen begitu sangat terasa saat memasuki GSG Telkom University dalam puncak acara Parama Budaya 2019 . . . 

Lestarikan Budaya Jawa, UKM Djawa Tjap Parabola Telkom University Gelar Ludruk 'dengan Lakon Ini
Tribun Jabar/Mumu Mujahidin
UKM Djawa Tjap Parabola Telkom University menampilkan kesenian ludruk, dengan judul cerita 'Arum Kasetyaning Sri Tanjung' di Gedung Serba Guna (GSG) Telkom University dalam puncak acara Parama Budaya 2019, Sabtu (28/4/2019) malam. 

Cerita ini berkisah tentang kesetiaan Sri Tanjung pada suaminya Patih (Raden) Sidapaksa. Kala itu Sri Tanjung dituduh berselingkuh dengan seorang raja bernama Silakrama di saat suaminya tengah berperang atas perintah sang raja. 

Sang patih kemudian termakan hasutan jika sang istri Sri Tanjung benar-benar berselingkuh dengan sang raja. Sehingga emosi dan amarah menguasainya dan sang patih berniat akan membunuh sang istri.

"Kemudian Sri Tanjung membuktikannya, dan dia bersumpah, kalau benar dirinya berkhiatan dan berselingkuh maka darahnya akan berbau busuk. Tapi jika dirinya benar dan tidak berkhiatan maka darahnya itu akan berbau wangi," tuturnya.

Banyuwangi adalah kisah cinta yang berakhir tragis dan penyesalan. Sri Tanjung akhirnya meninggal di tangan Sidapaksa, yang tak lain adalah suaminya sendiri. 

Melalui hunusan keris tajam, Sri Tanjung tewas. Namun seperti sumpah Sri Tanjung pascapenusukan tersebut, tubuhnya justru mengeluarkan darah beraroma sangat wangi dan segar. Hal itu membuktikan jika dia setia dan memang tidak berkhiatan.

"Makanya kemudian disebut Banyuwangi sebagai asal-usul Kota Banyuwangi," ujarnya.

Meski mengangkat cerita sejarah Kota Banyuwangi, Jawa Timur, suasana hangat begitu sangat terasa.

Bahkan gelak tawa sesekali terdengar saat para pemain mengeluarkan lelucon yang sangat khas. Tidak lupa di dalamnya diselipi sentilan-sentilan kritikan politik baik di lingkungan kampus maupun di luar kampus. 

Para penonton ini berasal dari seluruh daerah Jawa Timur dan Jawa Tengah yang saat ini tengah merantau di Bandung, seperti dari Surabaya, Yogyakarta, Solo, Banyuwangi, Malang dan masih banyak lagi.

Para penonton yang sebagain besar mahasiswa ini benar-benar tampak terhibur. Mereka benar-benar seolah kembali pulang ke kampung halaman mereka di jawa. 

Halaman
123
Penulis: Mumu Mujahidin
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved