Aqua Dwipayana : Informasi Media Soal Bencana Alam Jangan Sampai Membuat Masyarakat Ketakutan

BNPB dan lembaga lainnya untuk meningkatkan ketangguhan wartawan agar tetap aman saat meliput bencana alam.

Aqua Dwipayana : Informasi Media Soal Bencana Alam Jangan Sampai Membuat Masyarakat Ketakutan
Tribun Jabar/Yusran Pare
Pakar Komunikasi dan Motivator Dr Aqua Dwipayana sharing komunikasi di kantor Tribun Jabar, Selasa (12/12/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar Daniel Andreand Damanik

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar Diklat teknis penanggulangan bencana bagi wartawan, 24 April-26 April 2019 di Bandung.

Dalam diklat itu,  Aqua Dwipayana, pakar komunikasi dan motivator nasional, turut memberikan pendidikan dan motivasi kepada awak media yang pernah meliput tentang bencana, khususnya di Indonesia.

"Harapan kita kepada media di masa mendatang ialah, bahwa media harus tetap bersemangat menyiarkan berita tentang bencana alam," kata Aqua Dwipayana, Kamis (25/4/2019) di Bandung.

Selain memberikan semangat, khususnya saat peliputan, Aqua juga menyampaikan bahwa media harus mampu meyakinkan masyarakat tentang apa yang harus dilakukan untuk mengurangi kemungkinan jatuhnya korban akibat bencana alam.

Informasi yang disampaikan media tentang bencana alam, kata Aqua diharapkan bisa lengkap, baik itu tentang apa yang terjadi, siapa dan bagaimana kondisi korban, dan apa yang dilakukan pihak Pemerintah.

"Masih ada pejabat yang tidak amanah, khususnya dalam kebencanaan. Media harus bisa menjadi koreksi bagi pejabat yang tidak amanah tersebut, meskipun demikian independensi media harus tetap menjadi yang utama," kata mantan wartawan tersebut.

Aqua Dwipayana
Pakar komunikasi dan motivator nasional, Aqua Dwipayana, memberikan pendidikan dan motivasi kepada awak media peliput bencana, di Bandung, Kamis (25/4/2019).

Menurutnya, peranan media massa sangat penting sekali. Motivator tersebut berpesan agar media massa berhati-hati dalam menyajikan informasi terkait bencana alam.

Media massa juga dikatakannya harus mampu menjelaskan risiko pascabencana alam kepada masyarakat melalui pemberitaan.

"Jangan sampai, informasi yang disiarkan kepada masyarakat, membuat ketakutan di tengah - tengah masyarakat kita," katanya.

Aqua Dwiyana menyarankan kepada BNPB dan lembaga lainnya untuk meningkatkan ketangguhan wartawan agar tetap aman saat meliput bencana alam.

Aqua mencontohkan, saat erupsi Gunung Sinabung, masih ada wartawan yang menjadi korban saat melakukan peliputan, dan saat terjadi bencana lainnya.

Aqua Dwipayana menjelaskan bahwa sangat penting bagi wartawan untuk mendapat pelatihan agar mengurangi korban jika terjadi bencana.

Diklat yang dihadiri puluhan wartawan tersebut merupakan rangkaian acara puncak Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) tahun 2019 akan berlangsung pada 26 April 2019 di Lembang ini dan yang menjadi tuan rumahnya ialah Provinsi Jawa Barat. (*)

Penulis: Daniel Andreand Damanik
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved