Bangunan SLBN Cicendo Bandung Kental Nuansa Belanda Tempo Dulu

Di beberapa sudut bangunan, satu di antaranya di Gedung Aula SLB Negeri Cicendo terdapat sebuah kotak berbahan granit yang menempel di temboknya.

Penulis: Syarif Pulloh Anwari | Editor: Theofilus Richard
Tribun Jabar/ Syarif Pulloh Anwari
Peninggalan Belanda di SLB Negeri Cicendo Bandung 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Syarif Pulloh Anwari

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Bangunan Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Cicendo Bandung di Jalan Cicendo Nomor 2, Kota Bandung merupakan peninggalan pemerintahan kolonial Belanda.

Tak heran bangunan yang sudah berusia hampir 89 tahun ini masih tampak kokoh dan indah dengan gaya art deco.

Usia gedung yang tua terlihat dari relief tembok dan atap bangunan depan sekolah tersebut yang menyerupai anak tangga mengerucut keatas.

peninggalan Belanda di SLB Negeri Cicendo Bandung
peninggalan Belanda di SLB Negeri Cicendo Bandung (Tribun Jabar/Syarif Pulloh Anwari)

Di beberapa sudut bangunan, satu di antaranya di Gedung Aula SLB Negeri Cicendo terdapat sebuah kotak berbahan granit yang menempel di temboknya.

Satu di antara kotak yang menempel di tembok selasar bertuliskan "Batu Ini Ditanam Oleh Njonja Leimena. Isteri J.M. Menteri Kesehatan Atas Namanja P. NJ. Sukarno 12.10.1950".

Selain itu, terdapat barang-barang funitur peninggalan Belanda yang masih tersimpan di sekolah itu.

Sebuah Minibus Masuk Saluran Air, Pengemudi Bingung

Menapaki Warisan Budaya Tionghoa, Lestarikan Keragaman Budaya melalui Chinese Culture Heritage Trail

peninggalan Belanda di SLB Negeri Cicendo Bandung
peninggalan Belanda di SLB Negeri Cicendo Bandung (Tribun Jabar/ Syarif Pulloh Anwari)

"Ada peninggalan Belanda seperti Meja tahun 1937-an, lemari, hiasan dinding dari Belanda," ujar Wakasek Kurikulum dan guru kelas XI, Ine Rahayu, saat ditemui Tribun Jabar di sekolah SLBN Cicendo Bandung, Kamis (14/3/2019).

Kini mebel peninggalan Belanda tersebut masih digunakan dan disimpan di ruang Kepala Sekolah.

Selain masih menyimpan barang peninggalan Belanda, ada hal unik di sekolah tersebut, terdapat kotak berbentuk plat dengan ukuran 10x10 sentimeter menempel di atas pintu tiap kelas sekolah itu.

Ine mengaku tidak tahu fungsi kotak tersebut, namun menurutnya pada saat pemerintahan kolonial Belanda atau jaman Jepang kotak yang ditandai dengan gambar binatang itu memiliki fungsi sebagai penanda ruangan.

"Ini masih jaman Belanda, contohnya ruangan-ruangan ini, di tiap pintu di atasnya ada gambar binatang, semisal gambar cicak, ayam dan kuda laut, mungkin difungsikan buat penamaan ruang kelas saja atau mungkin dulu ini nama ruangan," ujar Ine.

Ine mengaku instalasi listrik di sekolah itu masih menggunakan instalasi listrik peninggalan jaman Belanda, terlihat dari bentangan kabel dari ujung kelas tersambung ke kelas lainnya tepatnya di langit-langit luar kelas.

peninggalan Belanda di SLB Negeri Cicendo Bandung
peninggalan Belanda di SLB Negeri Cicendo Bandung (Tribun Jabar/Syarif Pulloh Anwari)

"Selain bangunan peninggal Belanda ini, masih tersimpan dan masih bisa digunakan seperti intalasi listrik, ini masih berfungsi, terus kabelnya juga jaman Belanda," ujarnya

SLB Negeri Cicendo Bandung memiliki 23 ruang kelas. Jumlah siswa untuk tahun ajaran ini sebanyak 127 siswa dari TK LB 10 siswa, SD LB 53 siswa, SMP LB 24 siswa, dan SMA LB 40 siswa.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved