Menapaki Warisan Budaya Tionghoa, Lestarikan Keragaman Budaya melalui Chinese Culture Heritage Trail

Bertepatan dengan momentum hari raya Imlek, Pusat Studi Tionghoa Diaspora (CCDS) Maranatha mengadakan Chinese Culture Heritage Trail in Bandung

Menapaki Warisan Budaya Tionghoa, Lestarikan Keragaman Budaya melalui Chinese Culture Heritage Trail
Istimewa/Edward N
Peserta Heritage Trail berfoto bersama di kawasan pemakaman Cikadut (Sabtu, 02/02/2019). 

TRIBUNJABAR.ID- Bertepatan dengan momentum hari raya Imlek, Pusat Studi Tionghoa Diaspora (CCDS) Maranatha mengadakan Chinese Culture Heritage Trail in Bandung, Sabtu-Minggu, 2-3 Februari 2019.

Kegiatan workshop dan field trip ini dipandu oleh Sugiri Kustedja (penulis buku Klenteng Xie Tian Gong dan Tiga Liutenant Tionghoa di Bandung), Krismanto Kusbiantoro (Kepala CCDS Maranatha), Christine Claudia Lukman dan Elizabeth Susanti (Dosen FSRD Maranatha), serta Shamow’el Rama Surya (Lighthouse Photo Institute).

“Heritage Trail ini merupakan bagian awal dari kegiatan pameran yang rencananya akan diadakan Maret nanti. Hasil dari workshop dan field trip ini nantinya akan dipamerkan dengan media fotografi, berkolaborasi dengan Lighthouse Photo Institute yang sebelumnya juga telah mengadakan pameran foto bertajuk Home,” kata Krismanto Kusbiantoro selaku ketua penyelenggara.

Digagas Rama Surya, “Home” adalah sebuah pameran fotografi kontemporer yang mengangkat topik budaya Tionghoa.

Pameran ini telah diadakan di beberapa kota di Indonesia, melibatkan komunitas fotografer dari masing-masing kota.

Penampilan Barongsai Saat Tahun Baru Imlek Sedot Perhatian Pengunjung Mall Istana Plaza

Atraksi Barongsai Tonggak Meriahkan Imlek di Trans Studio Bandung, Ada Lucky Angpao untuk Pengunjung

“Budaya Tionghoa sudah melekat dalam kehidupan keseharian masyarakat Indonesia. Hal ini dapat terlihat dari rumah tinggal mereka. Banyak benda dan ornamen dalam rumah-rumah mereka yang mengakar dari budaya Tionghoa,” jelas Rama Surya.

Kolaborasi antara CCDS Maranatha dengan komunitas fotografi yang sama-sama mengangkat topik keragaman budaya yang mengakar di Nusantara, khususnya budaya Tionghoa di Bandung, melatarbelakangi terselenggaranya Heritage Trail dan pameran foto bersama ini.

Selama dua hari, 20 peserta field trip menyusuri jejak-jejak budaya Tionghoa di Bandung. Mulai dari area pemakaman Cikadut yang menyimpan sejarah penting tokoh-tokoh Tionghoa yang berpengaruh terhadap perkembangan Bandung.

Suasana workshop di dalam tempat produksi peralatan sembahyang di kawasan Cibadak, Minggu (03/02/2019).
Suasana workshop di dalam tempat produksi peralatan sembahyang di kawasan Cibadak, Minggu (03/02/2019). (Istimewa/Iwan S)

Selain itu, ada kegiatan berkeliling Museum Kebudayaan Tionghoa di Jalan Nana Rohaha, berdiskusi mengenai jalur kedatangan orang-orang Tionghoa di Indonesia, hingga keberadaan tokoh-tokoh penting nasional; berjalan menyusuri kawasan Cibadak hingga masuk ke rumah-rumah warga yang masih lekat tradisi budaya Tionghoanya.

Ada juga kegiatanm elihat pabrik tahu–makanan populer yang asalnya dari negeri China; melewati sepenggal jalan Sudirman, tempat beberapa tokoh besar Tionghoa pernah tinggal dan membesarkan kawasan ini; hingga mengamati beberapa vihara di sekitar Cibadak, yang mulai sibuk dengan persiapan-persiapan menyambut malam Imlek.

“Kita perlu sadar bahwa budaya Tionghoa adalah identitas yang tidak bisa disingkirkan begitu saja dalam sejarah perkembangan budaya Indonesia” lanjut Krismanto. 

Heritage Trail dan pameran foto ini merupakan salah satu bentuk upaya konservasi budaya. Bagaimanapun, budaya Tionghoa sebetulnya telah melebur ke dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Bandung.

Keragaman dan keharmonisan ini perlu dilestarikan dalam semangat kebangsaan Indonesia, yang Bhinneka Tunggal Ika.

Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved