Kesehatan
Jangan Panik dengan Kepala Bayi Peyang, Ini yang Harus Bunda Ketahui
Biasanya, bentuk kepala yang lonjong tersebut dapat kembali bulat dengan sendirinya dalam waktu sekitar 6 minggu.
Penulis: Fauzie Pradita Abbas | Editor: Widia Lestari
TRIBUNJABAR.ID - Seperti yang kita tahu, tulang tengkorak bayi yang baru lahir masih tipis dan fleksibel, sehingga bisa berubah bentuk jika ada tekanan pada bagian tersebut untuk waktu yang lama.
Bagian belakang kepala atau salah satu sisi kepala bayi yang seharusnya bulat bisa menjadi rata, biasanya karena terlalu sering berbaring terlentang.
Adapun bayi dilahirkan dengan tulang tengkorak yang masih lunak dan sambungan antar tulang tengkorak yang masih fleksibel untuk memberi ruang bagi pertumbuhan otak yang terjadi pada tahun pertama kehidupannya.
Hal itulah yang membuat kepala bayi dapat berubah bentuk.
Banyak bayi terlahir dengan kepala berbentuk lonjong dan terkesan aneh, yang disebabkan oleh adanya tekanan di jalan lahir pada waktu proses persalinan.
Biasanya, bentuk kepala yang lonjong tersebut dapat kembali bulat dengan sendirinya dalam waktu sekitar 6 minggu.
Kepala bayi yang bentuknya tidak bulat, dan bukan disebabkan oleh tekanan pada proses persalinan, sering disebut kepala peyang.
Dalam dunia medis, istilah kepala bayi peyang dibagi menjadi dua, yakni plagiocephaly dan brachycephaly.
Plagiocephaly adalah suatu kondisi di mana salah satu sisi kepala bayi datar, sehingga bentuk kepala terkesan asimetris, posisi kedua telinga dapat menjadi tidak sejajar dan kepala terlihat seperti jajar genjang bila dilihat dari atas.
Terkadang dahi dan wajah bisa menonjol sedikit di sisi yang sama dengan sisi kepala yang datar.
Sedangkan brachycephaly adalah kondisi di mana bagian belakang kepala bayi menjadi rata, menyebabkan kepala terkesan melebar, dan terkadang dahi menonjol ke depan.
Dikutip dari alodokter.com, penyebab paling umum dari masalah kepala bayi peyang baik plagiocephaly maupun brachycephaly adalah:
Posisi tidur bayi
Posisi tidur telentang memang lebih aman bagi bayi, namun tidur telentang selama berjam-jam dengan posisi yang sama dapat menyebabkan kepala bayi menjadi datar di satu tempat.
Adapun bayi prematur cenderung lebih mudah memiliki kepala yang rata atau peyang, karena tulang tengkorak mereka lebih lunak dari pada bayi yang lahir pada usia kehamilan normal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/bayi-peyang_20170616_210035.jpg)