Harga Ayam Ras Pedaging Turun, Peternak Ayam di Ciamis Alami Rugi Rp 1 Milyar per Hari

“Tapi kenyataannya harga pakan tetap tinggi di kisaran Rp 7.000 dan DOC di kisaran Rp 6.500 per ekor. Kerugian terus mendera peternak berbulan-bulan,”

Harga Ayam Ras Pedaging Turun, Peternak Ayam di Ciamis Alami Rugi Rp 1 Milyar per Hari
Tribun Jabar/Seli Andina Miranti
Junaedi di peternakan ayam miliknya. 

Di tingkat nasional, ada 12 raksasa perunggasan, mereka menguasai industri perunggasan dari hulu sampai hilir, mulai dari pakan, DOC, hingga kandang.

“Ada dua nama perusahaan raksasa perunggasan tersebut, mereka mengusai 70% pasar daging ayam nasional. Kini mereka gencar membangun close house di kawasan Pantura. Satu unit close house kapasitasnya 100.000 ekor. Sepuluh raksasa lainnya menguasai dibawah 30% pasar nasional, Peternak Ciamis ikut bertarung berebut sisa pasar para raksasa perunggasaan tersebut,” katanya.

Jerinx SID Ungkap Kemarahannya pada Anang soal RUU Permusikan, Memaki Gunakan Bahasa Bali

Kasus Suap Perizinan Proyek Meikarta, Billy Sindoro Sedih Dipidana 3 Tahun 6 Bulan

Yang menjadi permasalahan, ayam-ayam pedaging kandang  raksasa perunggasan tersebut juga dipasarkan ke pasar becek (pasar tradisional) yang selama ini menjadi andalan ayam perunggasan rakyat.

“Kalau sudah masuk pasar (becek) daging ayam itu tidak ada labelnya. Tak ada bedanya ayam dari kandang peternakan rakyat dari Ciamis dengan ayam dari kandang ayam perusahaan besar. Perusahaan besar bisa menjual ayam lebih murah  tetapi tetap untung karena budidayanya effiesien, ayam dari Ciamis terpaksa juga dijual dengan murah meski harus rugi karena cara beternaknya belum effisien,” ujar Heri yang juga pemilik Andika PS.

Ciamis sebagai sentra perunggasan rakyat di Jabar bahkan nasional, memiliki infrastuktur yang lengkap untuk budidaya ayam pedaging.

Tak hanya memiliki ribuan kandang, tetapi juga punya peternakan pembibitan dan pabrik pakan (feedmill),, rumah potong ayam, poultry shop, dan lain-lain.

Namun sekitar 8.000 kandang tersebut merupakan kandang tradisional, yang menurut Heri harus direvitalisasi, dimodivikasi agar budidayanya bisa efisien sehingga HPP bisa ditekan.

“Teknologi terus berkembang, dan itu tidak bisa ditolak. Termasuk teknologi perkandangan. Secara genetic ayam BR sudah berubah, tentu cara-cara budidayanya juga harus berubah. Termasuk dalam teknologi perkandangan,” katanya.

Selama tiga tahun terakhir, kandang model close house mulai dikenal peternak ayam pedaging  di Ciamis.

Diawali dengan hadirnya kandang close house besar berkapasitas 40.000 sampai 50.000 ekor ayam kemudian berkembang mini close house berkapasitas 7.000 sampai 8.000 ekor yang sesuai dengan karakter peternakan di Ciamis sebagai sentra perunggasan rakyat.

Halaman
1234
Penulis: Andri M Dani
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved