Sabtu, 18 April 2026

Pembunuhan di Masjid Sumedang

Pembunuh Makmum di Masjid Sumedang Idap Gangguan Jiwa Berat

Edi Sukandi mengatakan, KN memiliki rasa curiga yang berlebihan, inila yang menyebabkan pelaku mengambil sikap agresif.

Penulis: Seli Andina Miranti | Editor: Ravianto
Tribun Jabar/Deddi Rustandi
Tersangka pembunuhan di masjid di Sumedang, Kurnaevi alias Ea, di ruang unit kejahatan dengan kekerasan (Jatanras) Reskrim Polres Sumedang, Jumat (15/2/2019) siang. 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Seli Andina Miranti

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Pelaku pembacokan yang menewaskan Maslikhin, makmum di Masjid Miftahul Falah, Sukasari, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Sumedang, Kamis (14/2/2019) diketahui idap gangguan jiwa.

Kurnaevi atau KN mengalami halusinasi akibat gangguan psikologi yang dialaminya.

Hal ini disampaikan Edi Sukandi, dokter jiwa yang pernah menangani KN, ketika ditemui Tribun Jabar di Mapolres Sumedang, Jumat (15/2/2019).

Edi Sukandi mengatakan, KN memiliki rasa curiga yang berlebihan, inila yang menyebabkan pelaku mengambil sikap agresif.

"Rasa curiga yang berlebihan itu yang kadang-kadang melakukan hal-hal yang diluar nalar diri sendiri," ujar Edi Sukandi.

Edi Sukandi bercerita, pada konsultasi pertama, pelaku diketahui memiliki sifat agresif yang berasal dari rasa curiganya yang berlebihan.

Pada pertemuan kedua sekaligus terakhir, rasa curiga KN tidak ditemukan, tetapi KN justru menjadi berhalusinasi dan mendengar bisikan-bisikan pada telinga.

"Bisikan ini lebih berbahaya lagi karena ada dorongan untuk dilakukan," ujarnya.

KN, lanjutnya, seharusnya meminum obat agar bisikan-bisikan tersebut bisa hilang, namun Edi tak tahu obat tersebut diminum KN atau tidak.

"Kalau menurut ilmu medisnya, KN mengalami gangguan jiwa berat, schizofrenia," ujarnya.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved