Kasus Proyek Meikarta

Mantan Calon Wali Kota Surabaya Ungkap Peran Billy Sindoro dalam Kasus Proyek Meikarta

Hingga‎ akhirnya, ia bertemu dengan Billy Sindoro. Salah satunya, di Hotel Axia, Cikarang.

Mantan Calon Wali Kota Surabaya Ungkap Peran Billy Sindoro dalam Kasus Proyek Meikarta
(TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)
Delapan orang saksi memenuhi panggilan jaksa KPK dalam sidang lanjutan kasus suap perizinan proyek Meikarta dengan terdakwa Billy Sindoro, Henry Jasmen, Fitradjaja Purnama dan Taryudi, di Pengailan Tipikor Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Rabu (30/1/2019). Sementara satu saksi lainnya yang dipanggil jaksa KPK yakni petinggi Lippo Group James Riady tidak memenuhi panggilan. 

Sepanjang pertengahan 2017, Fitradjaja, Henry Jasmen intens berkomunikasi dengan Billy Sindoro terkait progres perizinan Meikarta.

Fitra mengurus semua perizinan d‎i Dinas PUPR, BPMPTSP, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pemadam Kebakaran dan Dinas Perhubungan.

Hanya saja, setiap ia datang menemui pejabat di dinas-dinas tersebut, kebanyakan selalu meminta uang untuk mengurus perizinan. Ia melaporkan kondisi itu ke Billy Sindoro.

"Saya lapor pak Billy, ada dinas yang minta uang dan ada yang tidak. Pak Billy bertanya untuk dinas ‎yang tidak minta uang dikasih berapa, saya bilang tidak tahu. Pak Billy menjawab, nanti bikin bobot saja. Lalu saya bikin indeks bobot pekerjaan dinas-nya yang paling berat hingga paling ringan dari 4 hingga 1," ujar Fitradjaja.

Bobot indeks nilai 4 yakni Dinas PUPR dan BPMPTSP, 3 Dinas Lingkungan Hidup, 2 Dinas Perhubungan dan Damkar serta 1 Dinas Permukiman.

"Semua indeks itu jadi dasar untuk pemberian uang. Tapi saya tidak tahu teknis penyiapan uang tersebut,‎" ujar Fitradjaja.

Fitra juga memastikan soal ‎pemberian uang sebesar 90 ribu SGD ke Yani Firman, Kepala Seksi di Dinas Bina Marga Pemprov Jabar dilatarbelakangi permintaan Yani Firman sendiri.

"Pak Yani yang minta. Itu terkait pengurusan rekomendasi dengan catatan (RDC)," ujarnya.

Saat pengurusan RDC Pemprov Jabar, prosesnya diurus di Pemkab Bekasi.

Namun saat proses di Bekasi selesai, RDC itu tak kunjung ia terima.

Halaman
1234
Penulis: Mega Nugraha
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved