Lava Tour Gunung Merapi, dari Batu Alien hingga Bunker Kaliadem, Rombongan Tak Boleh Terpisah
Erupsi besar Gunung Merapi pada 2010 membuat sisi selatan yang diterjang pasir mengubah desa di bawahnya menjadi lautan pasir yang luas.
Penulis: Putri Puspita Nilawati | Editor: Ichsan
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita
TRIBUNJABAR.ID, YOGYAKARTA - Erupsi besar Gunung Merapi pada 2010 membuat sisi selatan yang diterjang pasir mengubah desa di bawahnya menjadi lautan pasir yang luas.
Kejadian besar yang meninggalkan banyak kesedihan ini sudah tak lagi dirasakan. Kini kawasan Desa Kepuharjo, Cangkringan, Sleman ini telah berubah menjadi tempat wisata yang menarik.
Adalah lava tour merapi, yaitu sebuah wisata petualangan yang menunjukkan berbagai lokasi menarik dan meninggalkan sejarah.
Untuk bisa menikmati lava tour merapi ini, Anda harus menempuh perjalanan menggunakan mobil jeep dan melewati area bebatuan besar.
Tribun Jabar mengikuti lava tour merapi dan mengunjungi beberapa lokasi yang bersejarah, di antaranya Bunker Kaliadem, Batu Alien, Mini Museum Sisa Hartaku.
Bunker Kaliadem merupakan lokasi pertama yang dikunjungi. Driver jeep lava tour merapi, Indarto mengatakan sebelum terjadi erupsi kawasan ini adalah hutan namun kini telah berubah menjadi pasir.
Di area belakangnya, Anda bisa melihat indahnya Gunung Merapi yang terlihat begitu jelas. Di bagian bawah kaki gunung ini terdapat bunker yang ukurannya cukup luas.
Bunker ini digunakan untuk menyelamatkan diri ketika Gunung Merapi erupsi.
• Mangkir dari Panggilan Jaksa KPK, James Riady akan Dipanggil Kembali pada Sidang Berikutnya
"Di dalam bunker ini pernah ada dua relawan yang meninggal. Salah satunya berada di bak mandi. Mereka meninggal karena saat merapi meluncurkan awan panas dan mereka menyelamatkan diri di sana," ujar Indarto, Selasa (29/1/2019).
Ada banyak cerita yang belum terkuak soal Bunker Kaliadem ini, beberapa pengunjung bahkan sempat hilang. Oleh karena itu di sepanjang perjalanan, tim rombongan tak dibiarkan berjalan terpisah.
Selanjutnya adalah Batu Alien, di kawasan ini terdapat sebuah batu besar yang diperhatikan bentuknya seperti wajah manusia.
Batu tersbebut berasal dari patahan jalur Gunung Merapi yang lompat hingga ke area yang dipenuhi pasir ini.
"Kalian bisa lihat kan di gunung itu ada patahannya, batu ini berasal dari sana. Karena ledakannya begitu dahsyat membuat batu lompat ke sini," ujar Indarto.
Jika dilihat dari samping, batu alien ini memang bentuknya seperti wajah manusia yang memiliki mata, hidung, bibir dan telinga.