Waspada DBD

Setiap Kelurahan di Kota Cimahi Rawan DBD

Setiap kelurahan di Cimahi rawan DBD. Jentik nyamuk ada di 25 persen wilayah di setiap kelurahan.

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: taufik ismail
TRIBUN JABAR/HILMAN KAMALUDIN
Pelaksanaan fogging di Kampung Babakan Nanjung, Kelurahan Karangmekar, Kecamatan, Cimahi Tengah, Kota Cimahi, Kamis (24/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Setiap kelurahan di Kota Cimahi rawan penyakit demam berdarah dangue (DBD).

Dua puluh lima persen wilayah kelurahan ada jentik nyamuk aedes aedes aegypti.

Seorang bocah asal Cigugur Tengah meninggal dunia akibat DBD.

Wakil Wali Kota Cimahi Cimahi, Ngatiyana, mengatakan, 25 persen jentik nyamuk di setiap kelurahan tersebut diketahui berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan Dinas Kesehatan Kota Cimahi.

"Hasilnya ada 25 persen jentik nyamuk di setiap kelurahan. Tapi kami tak pandang bulu akan terus memberantas jentik nyamuk itu," ujarnya saat ditemui ketika penyebaran ikan cupang di RW 05, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, Jumat (25/1/2019).

Untuk itu, katanya, Pemerintah Kota Cimahi terus menggalakkan pengasapan atau fogging dan melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) ke setiap kelurahan yang ada di Kota Cimahi.

Pihaknya juga meminta kepada masyarakat jangan sampai membiarkan ada genangan air di rumah karena jentik nyamuk itu bisa tumbuh meski di genangan air kecil.

"Jadi mari kita bersama-sama membersihkan sarang nyamuk, jangan sampai terjangkit. Bisa di jeriken, dispenser, toren air, dan talang air," kata Ngatiyana.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi, dr Pratiwi mengatakan, pihaknya menetapkan waspada menyusul adannya 119 warga yang terserang DBD tersebut bahkan seorang bocah meninggal akibat penyakit tersebut.

"Kota Cimahi ini merupakan daerah endemis, jadi tiap tahun ada yang terkena DBD, sehingga kami harus adaptasi dan waspada DBD," katanya.

Untuk itu, pihaknya terus melakukan upaya pemberantasan sarang nyamuk (PSN) sebagai antisipasi dan mencegah DBD.

"Tiap Jumat kami rutin melakukan kegiatan tersebut dan diharapkan masyarakat bisa terus melakukannya," katanya.

Ia mengatakan, rata-rata pasien DBD didominasi oleh anak-anak berusia 5 hingga 17 tahun karena kondisi tubuh anak-anak masih sangat rentan terkena DBD.

DBD Renggut Nyawa Bocah 5 Tahun di Cimahi, Tak Tertolong Meski Sudah Dirawat di ICU

Kisah Petugas Juru Pemantau Jentik di Cirebon, Tiap Hari Berkeliling Kelurahan, Dibayar Rp 20 Ribu

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved