Tangani Papua, Prof Ermaya Sebut Pemerintah Perlu Pendekatan Kemanusiaan
Papua tidak cukup hanya dengan sistem pertahanan untuk menghadapi masyarakatnya, melainkan perlu adanya proses sosialisasi pendekatan kemanusiaan
Penulis: Muhamad Nandri Prilatama | Editor: Dedy Herdiana
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama
TRIBUNJABAR.ID, LEMBANG - Peristiwa tragis yang menimpa sejumlah pekerja PT Istika Karya yang diduga akibat ditembak sekelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kabupaten Nduga, Papua, Minggu (2/12/2018), membuat mantan gubernur IPDN yang juga sempat menjadi Pembina Lemhanas RI, Prof Ermaya Suradinata, berkomentar.
Menurutnya, Papua tidaklah cukup hanya dengan adanya sistem pertahanan untuk menghadapi masyarakatnya, melainkan Papua perlu adanya proses sosialisasi pendekatan kemanusiaan, seperti budaya.
"Jadi, hanya kasus tertentu saja boleh dengan pertahanan. Peran pembina masyarakat seperti sosialisasi dan pengayoman harus lebih dikedepankan, demi jangka panjang Papua, karena Papua bagian dari Indonesia juga," ujarnya di Lembang.
Ermaya juga menyebut untuk menghadapi permasalahan di Papua dan masyarakatnya perlu pendekatan ke kepala sukunya. Selain itu, Ermaya juga meminta pada pemerintah untuk memperhatikan generasi mudanya dengan memberikan peluang besar guna membangun Papua.
"Pemerintah juga perlu perhatikan generasi muda Papua, apalagi sekarang di eselon 1 di kementerian tidak ada dari Papua. Jadi, Papua ini perlu perhatian dari pemerintah," katanya.
• Korban Selamat Penyerbuan Kelompok Bersenjata di Papua Asal Garut Dipulangkan Hari Ini
• Agus Kenang Percakapan Terakhir dengan Suaminya: Tidak Berani Macam-macam Bisa Berujung Penumpasan
Perhatian pemerintah terhadap Papua memang diakui Ermaya telah dilakukan, seperti salahsatunya dengan memperhatikan segi sarana prasarana infrastruktur pembangunan demi meningkatkan mutu dan kualitas sumber daya manusia.
"Saya yakin pemerintah dapat menyelesaikan masalah ini dengan bijak. Dan tak akan terulang kembali masalah yang sama. Kuncinya bina generasi-generasi muda di pelosok," katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/sespim.jpg)