Korban Selamat Penyerbuan Kelompok Bersenjata di Papua Asal Garut Dipulangkan Hari Ini

Irawan Maulana (22) korban selamat penyerbuan kelompok bersenjata di Papua asal Garut rencananya hari ini dipulangkan.

Korban Selamat Penyerbuan Kelompok Bersenjata di Papua Asal Garut Dipulangkan Hari Ini
jhon purba/kompas/ist
Evakuasi korban penyerbuan kelompok bersenjata di Papua. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Korban selamat penyerangan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kabupaten Nduga, Papua, Irawan Maulana (22) akan dipulangkan ke kampung halamannya di Kecamatan Wanaraja, Garut.

"Direncanakan korban dijemput oleh personel Sat Brimob Polda Jabar pada hari Minggu tanggal 9 Desember 2018 di Bandara Soekarno-Hatta dan pada Senin (10/12/2018) akan diantar ke rumah korban di Kota Garut," kata Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Trunoyudho Wisnu Andiko, dalam pesan singkatnya, Sabtu (8/12/2018).

Irawan merupakan salah satu korban selamat pada peristiwa penyerangan terhadap pekerja di Nduga, Papua. Irawan merupakan warga Kampung Papandak, Desa Sukamenak Kecamatan Wanaraja.

"Irawan Maulana, berhasil diselamatkan oleh pasukan Polri dan TNI yang bertugas menanggulangi KKB di Nduga, Papua," kata Truno.

Menurutnya, pada saat kejadian, korban bertugas memasang kabel.

"Pada saat kejadian sedang bertugas memasang kabel telekomunikasi di salah satu provider telekomunikasi di pembangunan PT Istaka Karya dan telah bekerja di wilayah Papua selama 8 bulan," ujarnya.

Kelompok bersenjata di Papua, Sabtu (1/12/2018), membunuh 20 orang Kabupaten Nduga. Korban terdiri dari 19 pekerja yang sedang mengerjakan proyek jembatan Kali Yigi-Kali Arak di Jalur Trans Papua, seorang korban lagi merupakan personel TNI.

Uyu (60), ibu Irawan Maulana bersama kakaknya Maspupah (27), saat ditemui di rumahnya Kampung Papandak, Desa Sukamenak, Kecamatan Wanaraja, Jumat (7/12/2018). Irawan Maulana menjadi salah satu korban selamat penembakan di Nduga, Papua.
Uyu (60), ibu Irawan Maulana bersama kakaknya Maspupah (27), saat ditemui di rumahnya Kampung Papandak, Desa Sukamenak, Kecamatan Wanaraja, Jumat (7/12/2018). Irawan Maulana menjadi salah satu korban selamat penembakan di Nduga, Papua. (Tribunjabar/Firman Wijaksana)

Ibu Irawan Maulana, Uyu (60), Jumat (7/12/2018) mengatakan belum mengetahui waktu kepulangan anaknya ke Garut. Uyu menambahkan Irawan sudah memberi kabar dan masih berada di Wamena.

"Kemarin dia kasih kabar kalau mau dibawa ke Wamena sama tentara. Cuma enggak tahu kapan pulangnya," ucap Uyu yang matanya berkaca-kaca menjelaskan nasib anaknya, Jumat (7/12/2018).

Dari kabar terakhir yang didapat, Uyu mengatakan Irawan mendapat pengawalan dari TNI selama berada di Papua pascapenembakan di jalur Trans Papua.

Kepulangan ke Garut masih menunggu prosedur dari pemerintah. Ia hanya berharap anak bungsu dari lima bersaudara itu bisa segera pulang.

"Belum ada kabar lagi. Kemarin telepon cuma ngabarin sehat saja. Masih nunggu prosedur di sana (untuk kepulangan). Dikawal juga katanya selama di sana. Sekarang ada di Wamena," katanya.

Uyu mengatakan anaknya memang sengaja tak memberi kabar pascapenembakan karena tak ingin membuat khawatir keluarga. Aparat kepolisian dan TNI pun baru memberi tahu jika Irawan hampir menjadi korban penembakan pada Kamis (6/12/2018).

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Selamat dari Serangan KKB di Nduga Papua, Irawan Dipulangkan ke Garut".

Editor: taufik ismail
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved