Kelurahan Suka Asih Budidayakan Maggot, Belatung Pengurai Limbah Organik
Pembudidayaan maggot dilakukan kelompok Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) yang dibentuk oleh Kelurahan Suka Asih.
Penulis: Resi Siti Jubaedah | Editor: Tarsisius Sutomonaio
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Resi Siti Jubaedah
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Kelurahan Suka Asih, Kecamatan Bojongloa Kaler, Kota Bandung, membudidayakan maggot sebagai solusi menangani sampah organik.
Pembudidayaan maggot dilakukan kelompok Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) yang dibentuk oleh Kelurahan Suka Asih.
Maggot merupakan belatung dari black soldier flys (BSF) dengan nama latin hermetia illucens. BSF termasuk keluarga lalat tapi ukuran lebih besar dari lalat pada umumnya.
Maggot terlihat seperti lebah namun ukurannya kecil dari lebah, dan lebih besar dari lalat. Belatung ini berwarna hitam pekat dan selalu hidup di limbah organik.
Ia akan hidup dan berkembang biak di sumber sampah organik saja, tidak seperti lalat yang sering menghampiri makanan segar, maupun sampah.
Lalat BSF hanya hidup sebentar saja sekitar 15 hari, untuk minum, dan kawin. Setelah bertelur, lalat BSF akan mati.
• Menilik Kemungkinan Peserta SKD CPNS yang Tak Lolos Passing Grade Bisa Lanjut ke Tahap SKB
• Breaking News: Niat Mau Cek Harga Pasar, Kapolres Cianjur Dapati Dua Pemuda Tenggak Miras
Telur maggot akan menetas sekitar tiga hingga lima hari. Setelah telur menetas dan menjadi belatung berusia sekitar tiga hingga lima hari, sudah mulai diberi asupan sampah organik.
Belatung atau maggot tersebut akan hidup selama 18 hingga 20 hari dan menjadi puppa. Selanjutnya akan menetas dan menjadi lalat BSF.
Maggot bertekstur kasar, tidak seperti belatung pada lalat rumahan yang cenderung licin. Ukurannya lebih besar dari belatung rumahan. Warna maggot layaknya warna belatung pada umumnya, yakni berwarna putih gading.
Agus Hermawan, satu dari anggota LPM, mengatakan bahwa limbah organik tidak dapat didaur ulang dan menyebabkan bau apalagi jika sampai mecemari lingkungan sehingga solusi utama penanganannya menggunakan maggot.
Dalam penanganan limbah organik, maggot akan memakan limbah organik tersebut, sampai habis. Sisa limbahnya bisa dijadikan pupuk dan sudah tidak berbau lagi.
"Sampai habis sama maggot, ada sisa dari makanan maggot bisa jadi pupuk dan sudah tidak bau," ujar Agus Hermawan saat ditemui di LPM Suka Asih, Jumat (9/11/2018).
Agus juga menjelaskan bahwa maggot secara efektif dapat menangani limbah organik. Dari dua gram telur maggot, ketika menetas dan diberi makan limbah organik akan menghasilkan maggot 2 kilogram.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/pegiat-budidaya-maggot.jpg)